Kasus Sabu-Sabu Masih Dominan di Kota Tasikmalaya

47
BARANG BUKTI. Anggota Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya Kota menunjukkan sebagian barang bukti sabu yang disita. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

BUNGURSARI – Pengungkapan penyalahgunaan narkoba di Kota Tasikmalaya didominasi kasus sabu-sabu. Di bawahnya, kasus ganja.

Berdasarkan data Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya Kota, sepanjang 2019 diungkap 13 kasus narkoba. Tersangkanya 15 orang. Mereka didominasi pengedar atau kurir.

Dari 13 kasus narkoba yang terungkap, enam diantaranya soal peredaran sabu-sabu. Jumlah total barang bukti 51,4 gram.

Berikutnya, diungkap tiga kasus ganja. Barang buktinya 5,07 kg. Kasus lainnya yaitu satu kasus tembakau gorila dengan barang bukti 67,3 gram dan tiga kasus obat-obatan. Barang buktinya, 928 butir pil tryhekfinidil.

Kepala Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya Kota AKP Hamzah Badaru menyebutkan tren penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya masih didominasi sabu-sabu. Adapun peredaran ganja masih berada di bawahnya.

“Dari beberapa tahun terakhir memang sabu yang mendominasi,” ungkapnya di Mapolres Tasikmalaya Kota.

Terkait keberhasilan menangkap AW (37) dan RI (34), dua anggota jaringan narkoba Tasikmalaya, kata Hamzah Badaru, merupakan tangkapan terbesar tahun ini. Pihaknya akan terus berupaya untuk memburu para pengedar barang terlarang itu. “Kami tidak akan berhenti, akan terus menyelidiki dan menekan tingkat peredaran narkoba di Kota Tasikmalaya,” katanya.

Disinggung soal kendala mengungkap bandar besar narkoba di Tasikmalaya, kata dia, karena transaksi narkoba menggunakan metode sistem tempel. Penjual dan pembeli tidak bertemu atau mengenal secara langsung. Barang-barang memabukkan itu disimpan di tempat yang mereka sepakati.

“Terputusnya rantai itu yang sering membuat kita kesulitan,” ujar perwira pertama ini.

Narkoba masih mengancam masyarakat Tasikmalaya. Dua pria, AW (37) dan RI (34) ditangkap Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya Kota. Mereka diduga terlibat peredaran sabu-sabu dan ganja. AW kurir. Sedangkan RI bandar. Barang bukti yang disita polisi bisa meracuni 20.000 orang.

Penangkapan AW (37) berawal dari informasi yang masuk ke polisi: ada seseorang mengedarkan sabu-sabu. Petugas Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya Kota lalu melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga diketahui orang tersebut adalah AW.

Selasa malam (12/3), anggota Satuan Narkoba mendatangi rumah AW di Kampung Benda Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Di sana, polisi melakukan tes urine kepada pria yang sehari-hari menjadi penjual es tersebut. Hasilnya, air seninya positif mengandung sabu-sabu. Polisi lalu melakukan penggeledahan. Mereka menemukan dua paket sabu-sabu dalam plastik kecil, satu paket ganja dan tiga linting ganja siap pakai. Barang-barang itu disimpan di laci lemari di kamarnya.

Kepada polisi AW mengaku narkoba tersebut didapatkan dari RI (34), warga Margaluyu Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis. Polisi lalu bergerak. Aparat penegak hukum itu mendatangi rumah orang yang disebutkan itu.

Polisi mengamankan RI di Ja­lan Kelapa Nunggal Kecamatan Sin­dangkasih Kabupaten Ciamis. Po­lisi lalu menggeledah di rumah RI. Hasilnya, polisi menemukan se­buah boks. Di dalamnya ada 6 pa­ket besar batang ganja, 6 paket be­sar daun ganja kering dan 10 pa­ket ganja berukuran sedang. (rga)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.