Warga Menduga Belasan Anak Sering Nonton Video Porno

Kasus Seks Menyimpang Diselidiki

128
MELAPOR. Ibu korban saat laporan di sentra pelayanan kepolisian (SPK) Polres Garut Jumat (12/4). Polisi kini menyelidiki kasus tersebut. Yana Taryana / Rakyat Garut

GARUT KOTA – Belasan anak di bawah umur di Kecamatan Garut Kota diduga telah melakukan tindakan seks menyimpang dengan sesama temannya. Kasus asusila itu terbongkar setelah salah satu korban yang juga pelaku mengakui perbuatannya kepada orang tuanya.

Orang tua korban dan tokoh masyarakat di Kecamatan Garut Kota itupun melaporkan kejadian tersebut ke Polres Garut. “Totalnya ada 19 anak yang melakukan perbuatan itu (seks menyimpang). Semuanya teman bermain di satu wilayah,” ujar SH (35), ketua RW saat mendampingi orang tua salah satu korban melapor di Mapolres Garut Jumat sore (12/4).

Menurut dia, perilaku menyimpang anak-anak di kampungnya diduga akibat sering nonton video porno di handphone. “Terakhir habis main bola, mereka nonton video porno di hape salah satu pemuda,” terangnya.

Dari seringnya nonton video porno, kata dia, diduga anak-anak yang usianya sekitar 12 tahunan terinspirasi dan melakukan perbuatan menyimpang. “Saya tahu dari laporan orang tua anak-anak itu dan pengakuan korban serta pelaku juga,” terangnya.

Dengan melaporkan kejadian itu ke polisi, pihaknya menginginkan adanya penanganan serius. “Sekarang saja sudah ada 19 anak yang terlibat. Kalau tidak cepat ditangani, korbannya akan banyak. Karena ini menular,” terangnya.

Terpisah, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengaku sudah menerima informasi tersebut. Pihaknya pun akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kebenaran dari kasus tersebut.

“Sekarang sedang diselidiki oleh Reskrim,” terangnya kepada wartawan usai mendampingi Kapolda Jawa Barat saat mengecek kesiapan pengamanan Pemilu di Ciateul Kecamatan Tarogong Kidul Minggu (14/4).

Selain melakukan penyelidikan, pihaknya juga menunggu laporan dari orang tua yang menjadi korban. Dirinya mengimbau kepada para orang tua untuk tidak segan-segan melaporkan ke polisi jika anaknya menjadi korban dalam kasus ini. “Ini tidak bisa dibiarkan karena akan berdampak buruk terhadap psikologi anak. Ini harus serius ditanganinya,” paparnya. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.