Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.1%

88.5%

3.1%

0.3%

5.9%

0%

1%

0%

Kasus Situ Leutik Jadi Perhatian Serius, Sejumlah Pejabat Diperiksa Polisi

45
0
konferensi pers. Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana saat diwawancara wartawan usai konferensi pers kasus Situ Leutik baru-baru ini. Sejauh ini polisi telah memeriksa sejumlah pejabat pemkot.
konferensi pers. Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana saat diwawancara wartawan usai konferensi pers kasus Situ Leutik baru-baru ini. Sejauh ini polisi telah memeriksa sejumlah pejabat pemkot.

BANJAR – Kasus ambruknya bangunan di Situ Leutik terus berlanjut. Polisi terus memeriksa sejumlah saksi, salah satu yang diperiksa sebagai saksi yakni Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Kota Banjar H Yoyo Suharyono.

“Kami memeriksa kadis LH Kota Banjar karena diperlukan sebagai saksi. Keterangan dari dinas yang mendapatkan proyek pembangunan,” kata Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Yanto Slamet Selasa (3/12). H Yoyo tercatat sudah dua kali diperiksa sebagai saksi.

Menurut KBO Reskrim Polres Banjar Iptu Hadi Winarso, ada beberapa pejabat lain dari dinas berbeda yang ikut diperiksa sebagai saksi.

“Sebelumnya sudah diperiksa PPK ULP-nya, kemudian sekdis LH juga, Dinas Pekerjaan Umum, pihak ketiga (CV) beserta karyawannya,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan saksi, lanjut dia, akan ditelaah dan digelar terlebih dahulu. Kemungkinan akan didatangkan ahli pidana.

“Jika hasil pemeriksaan saksi ada indikasi pidana lain, maka tidak menutup kemungkinan tersangkanya akan bertambah,” ungkap Iptu Hadi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar Yoyo Suharyono saat dikonfirmasi membenarkan telah diperiksa polisi sebagai saksi. “Leres, diparios sebagai saksi,” singkatnya.

Pemerhati pemerintahan Sidik Firmadi mewanti-wanti pemerintah kota lebih responsif dalam mengawasi seluruh pembangunan proyek di Kota Banjar. Khususnya Inspektorat yang memiliki kewenangan monitoring, pengawasan dan evaluasi.

Hal itu supaya kejadian serupa tidak kembali terulang di pekerjaan-pekerjaan lain.

“Terjadi peristiwa ambruknya bagunan fasilitas wisata di kawasan Situ Leutik Kota Banjar harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Banjar ke depan. Selain menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut juga menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap kontraktor/pemborong yang mengerjakan proyek pemerintah,” kata Sidik.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan empat tersangka dalam kasus ambruknya bangunan pada proyek pembangunan fasilitas wisata terpadu Situ Leutik yang menelan korban jiwa.

“Dua pelaksana proyek yakni AS dan AF serta pengawas konsultan ASA dan YMS ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti lalai,” kata Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.