Kasus SOr Ciateul Garut Segera Masuk Babak Baru

294
0
Deny Marincka Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Garut

TAROGONG KIDUL – Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut akan segera menyidangkan kasus dugaan korupsi Sarana Olahraga (Sor) Ciateul.

Kasus itu menyeret mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Garut Kus dan mantan anak buahnya, YK.

Baca juga : Kemendikbud Ajak Warga Garut Nonton di Bioskop, Ini Judul Filmnya..

Saat ini Kejaksaan Negeri Garut masih melengkapi berkas administrasi dua tersangka mantan pejabat Kabupaten Garut tersebut.

“Secepatnya disidangkan. Ditargetkan 10 hari ini dilimpah,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Garut Deny Marincka kepada wartawan di Garut, Senin (27/7).

Ia menuturkan tersangka Kus dan bawahannya saat ini masih dititipkan di Rumah Tahanan Garut untuk menunggu pelaksanaan sidang.

Jika adminsitrasi kasus belum lengkap, kata dia, waktu penahanan selama 20 hari kepada kedua tersangka itu akan diperpanjang sampai sidang di pengadilan.

Ia mengungkapkan selama penyidikan, tidak mengalami hambatan atau kendala yang mengganggu jalannya proses hukum kasus korupsi tersebut.

Selama ini, lanjut dia, Kejari Garut sedang mematangkan alat bukti termasuk penggodokan kembali penerapan pasal dalam kasus tindak pidana korupsi yang menjerat pegawai negeri sipil itu. “Tidak ada kendala, tidak ada kesulitan,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Kejari Garut Sugeng Hariadi didampingi Kasi Pidsus Kejari Garut Deny Marincka Pratama telah menerima pelimpahan berkas dan tersangka kasus korupsi Sor Ciateul dari Polres Garut pada Kamis (9/7).

Kedua tersangka yakni Kus, mantan Kepala Dispora Garut dan YK, mantan Kabid Kemitraan Sarana dan Prasana Dispora Garut. “Keduanya kami titipkan ke Rutan Garut. Akan ditahan selama 20 hari,” ucap Sugeng di Kantor Kejari Garut.

Baca juga : Ternyata Tembakau Garut Tembus Pasar Mancanegara

Menurut Sugeng, kedua tersangka diduga melakukan korupsi dan membuat kerugian negara lebih dari Rp 1 miliar. Sedangkan total anggaran pembangunan Sor Ciateul sebesar Rp 6,7 miliar.

“Potensi kerugiannya lebih dari Rp 1 miliar. Keduanya kami ancam dengan hukuman maksimal 20 tahun dan dijerat pasal 2 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.