Kasus TBC di Ciamis Tinggi

149
0
dr Yoyo M MKes Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis
Loading...

CIAMIS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis mencatat tahun 2019 sampai 2020 jumlah kasus Tuberkulosis (TBC) sekitar 1000 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis dr Yoyo M MKes mengatakan kasus TBC di Ciamis terbilang tinggi. Bahkan, di Ciamis ditemukan kasus TB MDR (Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR TB) dan TB XDR (Extensively Drug Resistant Tuberculosis). Dua jenis TB ini masuk kategori ”bukan TB biasa”.

Baca juga : Hindari Tabrakan, Bis Terjun ke Kolam Ikan di Ciamis

Dua jenis TB itu tidak bisa diobati dengan obat yang tersedia di puskesmas, karena sudah kebal oleh obat-obat puskesmas.
“Jadi kita ada tiga kasus untuk TB XDR dan TB MDR kurang lebih ada 70 kasus. Untuk data meninggal tepatnya kita lihat dulu, tapi untuk yang pengobatan banyak,” terang Yoyo Minggu (2/2) siang.

Yoyo menambahkan penanganan TB MDR dan TB XDR diarahkan ke RS Hasan Sadikin Bandung. “Selain mengirimkan pasien, kita juga mengirimkan tim untuk pendampingan pengobatan selama pulang dari RS Hasan Sadikin Bandung. Baik dokternya, laboratoriumnya, maupun perawat kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Dia mengaku telah melakukan sosialisasi soal bahaya penyakit TBC. Termasuk agar masyarakat memeriksakan kesehatannya ke puskesmas terdekat.

“Jadi perlu disampaikan bahwa yang kena TB ini di usia produktif diantaranya antara 15 tahun sampai 45. Perlu dipahami masyarakat juga bahwa penyakit infeksi itu bukan karena turunan,” terangnya.

Loading...

Baca juga :Sistem Berlangganan, PAD Parkir Ciamis Naik 17 Kali, Pemkot Tasik?

Yoyo juga mengimbau masyarakat harus selalu menjaga kesehatan, salah satunya pola hidup sehat dan bersih. Mereka harus menjaga lingkungan sekitar agar bersih, sehingga terhindar dari berbagai penyakit berbahaya atau menular.

Ujang (47), warga Kecamatan Sindangkasih, mengaku pernah terkena TB. Dia berobat selama enam bulan. Dia meminum obat rutin. Jangan sampai dia ketinggalan satu hari tidak meminum obat, karena dia harus mengulang dari awal.

“Beruntung karena saya selama itu rutin minum obat yang dianjurkan dokter, saya sekarang bisa kembali sembuh,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.