Kasus Tewasnya Delis Siswi SMPN 6, Wali Kota Tasik Minta Semua Study Tour Ditunda

10216
9
di aula Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Jumat (28/2).
di aula Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Jumat (28/2).

TASIK – Menyikapi wafatnya pelajar SMPN 6 Tasikmalaya, Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman langsung mengumpulkan kepala SMP se-Kota Tasikmalaya dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di aula Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Jumat (27/2).

Dalam kegiatan itu, Budi mem­berikan arahan agar semua se­kolah melakukan evaluasi terhadap wisata edukasi ke luar kota atau study tour. “Jangan sampai kejadian ini terulang kembali sehingga tidak ada korban lainnya,” ujar H Budi Budiman kepada Radar, kemarin.

Menurut Budi, kegiatan wisata edukasi (study tour, Red) bisa dilaksanakan dengan terlebih dahulu melakukan musyawarah antara sekolah, komite sekolah dan orang tua murid.

”Saya tekankan kegiatan itu (study tour, Red) tidak wajib diikuti siswa didik,” tuturnya.

Baca Juga : Wali Kota Tasik: Disdik Harus Evaluasi Program Study Tour! Kasus Delis Harus Jadi Contoh

Artinya, sambung Budi, semua sekolah harus mengelola dan merencanakan kegiatan tersebut dengan baik. Sebab tidak semua warga di setiap sekolah tergolong mampu.

”Warga di sekolah itu heterogen, yaitu banyak masyarakat yang mampu dan tidak mampu. Bagaimana pun itu harus diperhatikan ketika menjalankan kegiatan,” tuturnya.

Untuk itu, dia berharap ada kepekaan dari sekolah ketika hendak melaksanakan kegiatan wisata edukasi. Misalnya memberikan subsidi bagi siswa yang tidak mampu.

”Tujuan study tour sendiri untuk pembangunan karakter siswa, jangan sampai ada unsur paksaan ke siswa yang kurang mampu,” terangnya.

Budi pun sudah memerintahkan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya merumuskan pola study tour yang baik dan dapat diikuti oleh semua siswa didik. Termasuk mencari cara agar tidak membebankan orang tua siswa.

”Kita akan rumuskan pola yang baiknya seperti apa,” paparnya.

Baca Juga : Kasus Delis, Di Kota Tasik Siswa tak Ikut Study Tour tetap Bayar Sebagian, Bukti Kegagalan Pendidikan

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi SSos menjelaskan berdasarkan evaluasi bersama Wali Kota Tasikmalaya terkait study tour di sekolah. Pihaknya meminta sekolah terlebih dahulu mengukur tingkat kemudaratan dari kegiatan tersebut.

”Jadi kalau dianggap sekolah banyak mudaratnya, sebaiknya study tour di-pending. Tetapi apabila dianggap bermaslahat, silahkan lanjutkan,” ungkapnya.

Dia pun menjelaskan dari hasil evaluasi tersebut, Wali Kota Tasikmalaya memberikan arahan agar semua kegiatan study tour ditunda bagi semua sekolah di tahun 2020.

“Bagi siswa yang mengikuti study tour sekarang uangnya bisa dikembalikan, pihak sekolah harus mengerti itu,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Budiman, Dinas Pendidikan tidak pada tempatnya melarang study tour. Karena kegiatan tersebut ada rujukan dalam kurikulum.

” Jadi pertimbangkan kegiatan study tour, jangan sampai ada yang tidak mampu namun dilaksanakan jauh-jauh (ke luar kota, Red). Bisa dilaksanakan di Kota Tasikmalaya, dengan mengenalkan potensi wisata lokal,” katanya.

Loading...
loading...

9 KOMENTAR

  1. Setuju study tour spt itu tdk perlu diadakan kurang bermanfaat tp sangat” membebani orang tua siswa sy sebagian guru malah mengambil keuntungan dari kegiatan tsb

  2. Saya termasuk setuju apabila study tour ditiadakan diseluruh Indonesia…dalam prosesnya selalu timmbul masalah khusunya bagi yang tidak mampu…karena terkadang study tour diwajibkan oleh oknum tertentu yang mencari keuntungan dari pelaksanaanya..maka banyak orang tua yang memakasakan diri untuk mencari pinjaman….sekarang jaman serba internet..untuk dapat informasi tentang apapun kita bisa cari di internet yang tentunya waktu dan biaya jauh lebih murah dan praktis…

  3. Setuju sekali…….kasihan bagi keluarga gak mampu….lagian jauh dari kata manfaatnya….
    Yang saya lihat dan alami….ukur jalan2…
    .itu enakin guru2 yang doyan main….Ari giliran proses belajar sekarang ini bobrok….

  4. Sangat2 setuju apalagi kalau sekaligus ditiadakan meski dimusayawarhkan dg komite orang tua dan sekolah itu hanya akan memberi peluang saja karena pada kenyataannya dlm musawarah orang yg kurang mampu enggan untuk berargumentasi meski dlm hatinya tidak setuju .. apalagi disisi lain ada kepentingan utk mencari untung dr biaya kegiatan study tour .. trim kasih bpk wali kota htrnhn pisan.

  5. Alhamdulillah sy sngt setuju skli dg keputusan Bpk Wali Kota…Terima Kasih yg sebesar besar ny atas perhatiam Bpk Budi kpd warga Tasik yg tdk mampu utk mengikuti keguatan study tour. .apalagi baru kmrn tgl 18 feb anak sy study tour k Yogya biaya ny ckp mhl menurut sy 800rb itu blm bekal anak saya total kmrn sy ksh anak 1.3jt sbgian sy susah payah ngumpulin uang sbnyk itu…banyak oknum yg memanfaatkan kegiatan study tour yg ga bgtu penting buat anak” …Smg k dpn ny study toir d hapus dr kegiatan Sekolah..
    Mau tngkt Smp atau Sma lbh baik d tiada kan…Terima Kasih..

  6. Inalilahiwainalillahirojiun………..turut berduka cita dan prihatin atas dampak dari kegiatan Study Banding/Study tour dan atau kegiatan lain…………..Wassalamu’alaikum Wr Wb, ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.