Kasus Video Porno Mulai Disidangkan

295
0

TAROGONG KIDUL – Pengadilan Negeri (PN) Garut mulai menyidangkan tiga pemeran video porno yang videonya sempat viral. Sidang perdana yang dimulai pukul 14.00 itu mengagendakan pembacaan dakwaan terhadap tiga pemeran yakni V, W dan D.

Sidang perdana dilakukan secara tertutup. Hanya keluarga terdakwa yang bisa mengikuti persidangan. Pada sidang itu, jaksa penuntut umum (JPU) membacakan dakwaan mengenai pasal Undang-Undang Pornografi. “Kedua klien kami (W dan D) menerima dakwaan dari JPU. Kliennya pun sudah mengakui perbuatan yang disangkakan tersebut,” ujar Amdinur, kuasa hukum dua terdakwa kepada wartawan Kamis (28/11).

Menurut dia, hingga kini belum ada pihak yang mengaku menyebarkan video tersebut. Pihaknya berharap dalam persidangan bisa terungkap pelaku penyebar video.

Pengacara V, Asri Vidya Dewi mengaku keberatan dengan beberapa pasal. Seperti pasal 4 ayat 1 UU Pornografi, dimana dalam pasal tersebut berbunyi setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan atau menyediakan pornografi. Ancaman hukuman dalam pasal itu yakni penjara paling lama 12 tahun.

Asri menyebut sangat miris dengan dakwaan kepada kliennya. Ia menilai Polres Garut tak melihat perspektif perempuan dalam penanganan kasus. “Klien kami jelas korban, tapi dipaksakan jadi pelaku,” katanya.

Posisi korban, lanjutnya, karena saat menikah usianya masih 16 tahun. Polisi belum memiliki perspektif kepada perempuan yang jadi korban. “V ini hanya gunung es. Masih banyak V lain di negara ini. Saya yakin jika V hanya sebagai korban,” ujarnya.

JPU Dapot Dariarma mengatakan tiga terdakwa kasus video asusila terancam hukuman hingga 12 tahun penjara. Bahkan ancaman hukumannya bisa mencapai 22 tahun jika dua pasal diterapkan kepada terdakwa. “Kami kenakan pasal 4 ayat 1 UU Pornografi dengan ancaman maksimal 12 tahun. Sedangkan alternatifnya yakni pasal 8 junto 34 UU Pornografi dengan ancaman 10 tahun,” ujarnya.

Pada sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan, Dapot menyebut ketiga terdakwa tak melakukan eksepsi atau keberatan. Pada sidang selanjutnya, pihaknya akan menghadirkan saksi-saksi. “Sidang dilanjutkan Selasa depan (3 Desember 2019). Agendanya pemeriksaan saksi. Dari sembilan saksi, kami akan mendatangkan tiga saksi,” ujarnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.