Kepemilikan Tanah Menjadi Kendala Perbaikan Rumah

Kasus Warga Tinggal di Kandang Sapi Jadi Tamparan Keras bagi Pemkot

406
0
MENGECEK. Yeni Suryani bersama tiga anaknya ditemani Camat Langensari Asno Sutarno dan Sekdes Desa Langensari foto bersama di depan bangunan bekas kandang sapi yang dijadikan rumah tinggal. (Cecep herdi / radartasikmalaya.com

BANJAR – Pemerhati pemerintahan Sidik Firmadi merasa miris masih adanya warga yang tinggal di bekas kandang sapi. Menurut dia, kondisi tersebut merupakan tamparan keras bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar.

“Seharusnya dengan wilayah yang tidak terlalu luas dan hanya ada 25 desa/kelurahan se-Kota Banjar, tidak sulit bagi pemerintah kota jika ingin serius melakukan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan. Saya menyadari anggaran yang ada (APBD) mungkin terbatas, tetapi jika ada warga Kota Banjar sampai tinggal di bekas kandang sapi itu rasanya sulit diterima dengan akal sehat,” ujarnya.

“Selama ini di Kota Banjar dikenal ada program rutilahu rumah tidak layak huni (rutilahu), kemana kah program tersebut hingga ada warga yang sampai menderita seperti itu?” sambungnya.

Dosen di STISIP Bina Putra Banjar ini berharap pemerintah kota harus cepat tanggap dengan memerintahkan dinas terkait untuk segera membantu keluarga tersebut.

Pjs Kepala Desa Langensari Kecamatan Langensari Kota Banjar Angga Tripermana mengklaim bahwa warganya sudah didata dan diajukan mendapat bantuan dalam program-program pengentasan kemiskinan. Namun, kata dia, dalam proses pengajuannya terkendala kepemilikan tanah serta domisili di Kota Banjar.

Baca : Miris…Sekeluarga Tinggal di Kandang Sapi

Keluarga Yeni Akan Dapat Bantuan Dana

“Keluarga ini (Yeni dan Cecep) baru tercatat menjadi warga Langensari pada Januari 2019, karena sebelumnya tinggal di Sulawesi sebagai transmigran. Bantuan bukan diupayakan lagi, tapi sudah mendapat bantuan, baik raskin setiap bulannya bahkan dapat bantuan juga sembako saat Idul Fitri dari Baznas,” kata Angga.

Sedangkan untuk bantuan pemukiman, pemerintah desa tidak bisa menganggarkan untuk rehab atau perbaikan rumah. Sebab yang dihuni saat ini bekas kandang sapi milik orang lain.

“Solusinya saat ini kami sudah koordinasi dengan Dinsos soal kepemilikan lahan. Kami saat ini sedang memediasi pemilik lahan untuk menyerahkan secara sukarela kepada keluarga tersebut. Bukan dibeli ya, tapi kami membantu supaya pemilik lahan mau memberikan tanahnya untuk ditempati oleh bu Yeni dan keluarganya,” kata dia.

Dikonfirmasi soal bantuan raskin, Yeni membantah. Selama tinggal di bekas kandang sapi, dirinya tidak mendapat bantuan beras maupun uang.

“Tidak ada pak, saya tidak mendapat bantuan seperti keluarga tidak mampu lainnya. Cuma satu kali saja dari Baznas waktu bulan puasa,” katanya.

Sebelumnya, satu keluarga di Dusun Sukahurip RT 02 RW 01 Desa Lengansari Kecamatan Langensari tinggal di bangunan bekas kandang sapi.

Hampir satu tahun Yeni Suryani (40) bersama suami Cecep Gunawan (46) dan tiga anaknya menggunakan bekas kandang sapi berukuran 6 x 7 meter itu. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.