Kata Dase Begini Modus Minimarket di Ciamis, Beroperasi Dahulu lalu Urus Perizinan

36

CIAMIS – Perihal keberadaan minimarket di Desa Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis,
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (DKUKMP), Dase Fadlil Yusdy Mubarak mengaku tak mengeluarkan surat rekomendasi untuk pendirian toko modern tersebut.

“Untuk toko modern tidak bisa ada dua. Kalo untuk toko kelontongan ya bisa, asalkan jangan yang berjaringan,“ terang Dase kepada Radar Jumat (11/1) siang.

Diketahui Dase, bahwa yang berdiri saat ini adalah toko modern,. Dan hanya memiliki izin IMB, dan pelrizinan untuk toko kelontongan.

Setiap pendirian toko modern, kata dia, harus ditempuh terlebih dulu mengenai aturan dasarnya, yaitu ketersedian kuota.

“Bahkan seharunya itu menempuh perizinan sebelum berdiri bangunan. Namun saya perhatikan kebanyakan melakukan modusnya setelah berdiri bangunan baru menempuh izin, “ tuturnya.

Pihaknya menghimbau kepada pengusaha yang ingin membuka toko swalayan / toko modern atau yang berjaringan untuk mendahulukan perizinan sebelum beroperasi.

“Ikuti aturan-aturanya, pertama harus ada izin lingkungan sekitar, melihat jarak dari pasar tradisonal harus 500 meter, harus ada kemitraan dengan UMKM atau warga sekitar janganj sampai warga sekitar tersisihkan,” ujarnya.

“Jadi persoalan hal mendasar itu harus dipenuhi oleh pihak perusahaan. Alangkah baiknya perizinan diselesaikan terlebih dahulu sebelum mendirikan bangunan,” imbaunya. (isr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.