Kaum Homo Dominasi HIV/AIDS

272

PARIGI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pangandaran mencatat sejak awal 2017 hingga Maret 2018 ada 52 warga yang terjangkit human immunodeficiency virus dan acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS).

“Dari 52 ODHA (orang dengan HIV/AIDS, Red.), 33 di antaranya sudah mengakses antiretroviral (arv) di Puskesmas Parigi. Namun yang aktif mengambil obat sampai bulan Maret cuma 23 orang. Dan sisanya tidak mengambil obat lagi. Saya sudah minta kepada Yayasan Matahati (Penanggulangan AIDS, Red) untuk melacak mereka,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinkes Kabupaten Pangandaran Yadi Sukmayadi.

Menurutnya, dari 52 ODHA tersebut setengahnya merupakan lelaki suka lelaki (LSL) alias homo. Sisanya ada yang ibu rumah tangga (IRT), pekerja seks komersial (PSK) dan lain-lain.”Di luar itu, kemungkinan masih ada para penderita yang belum memberanikan diri untuk melakukan tes. Mereka mungkin takut,” jelasnya.

Sejak 2017, terang dia, sedikitnya ada lima orang yang sudah meninggal dunia akibat virus mematikan tersebut. ”Mereka ada yang dari Cijulang, Parigi, Pangandaran,” tuturnya.

Dinkes melalui puskesmas selalu melakukan jemput bola untuk melaksanakan tes HIV. Petugas biasanya menelusuri hingga ke tempat-tempat hiburan di Kabupaten Pangandaran. “Kalau kita membantu dengan memberikan alat tesnya,” jelasnya.

Salah satu yang memengaruhi penyebaran HIV/AIDS, kata dia, adalah masuknya budaya dari luar ke Pangandaran dengan mudah. “Apalagi Pangandaran kan tempat wisata. Tentu budaya luar juga akan gampang sekali masuk,” terangnya.

Sekda Kabupaten Pangandaran Mahmud SH MH mengatakan bahwa penanganan HIV/AIDS memang perlu dibarengi dengan peraturan daerah (perda). “Akan lebih terorganisir lagi, mulai dari pembiayaan untuk penanggulangan, operasional dan lain sebagainya,” tuturnya.

Mahmud juga setuju bahwa Pangandaran sangat riskan terhadap penularan AIDS. Apalagi sebagai daerah tujuan wisata yang mudah menampung budaya luar. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.