Kaum Muslim Tasik Kutuk Trump

197
0
RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA SOLIDARITAS. Kaum muslimin Tasikmalaya memadati jalur HZ Mustofa saat aksi solidaritas bagi Palestina. Dalam aksi tersebut massa aksi sempat berorasi di toko yang asetnya milik Amerika Serikat (AS) dan mengajak masyarakat Tasikmalaya memboikot produk-produk AS kemarin.

Ajak Boikot Produk Amerika Serikat,  Jutaan Umat Islam Datang ke Jakarta
TASIK – Ribuan Kaum muslimin Tasikmalaya kemarin (14/12), membuktikan kepeduliannya terhadap warga Palestina dengan turun ke jalan menggelar aksi solidaritas. Yang diisi long march, orasi serta doa bersama.

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut, diawali dengan doa bersama oleh massa aksi yang membawa atribut masing-masing organisasi di Tugu Adipura.

Setelah itu, massa aksi lang­­sung ber­­gerak long march me­nuju ja­lur HZ Mus­tofa yang di­pimpin lang­­sung oleh Ketua MUI Kota Ta­sik­­malaya KH Achef No­or Mubarok , KH Aminudin Busthomi, KH Yusuf Roni, Ustad Yanyan Al-Bayani, H Asep Deni Adnan Bumaeri, Ustad Maman Suratman, Ustad Hil­mi, Ustad Syamsuri serta unsur perwakilan ormas Islam, LSM, mau­pun organisasi kepemudaan dan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kota Tasik­malaya.

Saat long march, massa aksi sempat terhenti di salah satu toko milik aset Amerika Serikat (AS) yakni McD yang memilih tutup dan mendapatkan penjagaan aparat kepolisian. Para tokoh ulama pun satu persatu melakukan orasi terkait hujatannya kepada Presiden Amerika Donald Trump.

Seperti diungkapkan KH Achef Noor Mubarok yang berseru mengajak umat muslim bersatu. Dia meminta jangan sampai sikap Trump yang sudah menginjak-injak martabat saudara seagama di Palestina dibiarkan begitu saja. “Umat muslim itu harus bersabar, tapi bersabar itu bukan hanya diam,” ungkapnya di hadapan massa aksi.

Koordinator Al-Mumtaz Ustad Hilmi mengungkapkan bahwa seluruh kaum muslimin di seluruh dunia harus menghadapi masalah ini dengan serius. Karena Jerusalem merupakan tempat Masjid Al-Aqso, sehingga kaum muslimin harus bersatu menggalang kekuatan bersama menghindarkan diri dari kelalaian. “Jangan sampai datang fitnah dan kerusakan di muka bumi yang lebih besar, maka kami berjamaah mengutuk keras sikap Donald Trump,” tegasnya.

Aktivis Al-Mumtaz Ustad Iqmal Isbahizzaman pun meneriakan ajakan untuk memboikot produk Amerika Serikat. Dengan lantang, dia mengajak masyarakat agar tidak menggunakan produk-produk buatan AS. “Hentikan pembelian produk-produk Amerika,” tuturnya.

Kemudian, long march terus berlanjut menyusuri jalur HZ Mustofa sampai ke Plaza Asia dimana massa melakukan orasi kembali. Setelah itu, massa meneruskan  long march menyusuri Jalan HZ Mustofa – Nagarawangi – Jalan Veteran – Jalan Pasar Wetan dan kembali berkumpul di kawasan Adipura dan melaksanakan salat dzuhur berjamaah di Masjid Agung Kota Tasikmalaya.

Dalam kesempatan itu, massa aksi mendapatkan suguhan makanan dan minuman gratis di stan yang sudah disediakan panitia aksi. Ada juga stan penerimaan donasi bantuan yang akan dikirimkan untuk masyarakat Palestina.

Tidak berhenti di sana, sekitar pukul 13.30 WIB, massa aksi kembali melakukan orasi. Kali ini giliran kalangan pemuda yang bersuara menyampaikan aspirasi di kawasan Adipura. Aksi pun ditutup dengan pembakaran bendera Israel dan Amerika oleh massa aksi yang kemudian berangsur-angsur membubarkan diri. Kepung Kedutaan AS
Jutaan umat Islam ditargetkan akan mengepung Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta

pada Aksi Bela Palestina, Minggu (17/12) nanti. Menurut KH Zaitun Rasmin, selaku ketua penyelenggara Aksi Bela Palestina 17.12.17, pihaknya sudah mengantongi sejumlah izin, khususnya dari kepolisian untuk melakukan aksi, sehingga acara nanti akan berjalan aman dan damai.

“Semua persyaratan aksi sudah diproses. Kita tinggal menunggu jutaan umat Islam secara khususnya hadir dalam Aksi Bela Palestina terbesar di negeri ini, hari Ahad (Minggu) nanti,” ucap Ustadz Zaitun kepada INDOPOS (Grup Radar Tasikmalaya), Kamis (14/12).

Ustadz Zaitun menuturkan Aksi Bela Palestina yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama ini akan menghadirkan sejumlah tokoh bangsa dan ulama.
“Di antaranya ada Pak Maruf Amin, Aa Gym, Ustad Bachtiar Nasir, serta sejumlah tokoh dari NU dan Muhammadiyah,” terangnya.
Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin turut mengajak agar umat Islam Indonesia bersatu demi membela Palestina. Dirinya pun mengelak jika aksi Bela Palestina 17.12.17 nanti memiliki tujuan lain. “Tujuannya satu, Indonesia satu untuk membela Palestina. Tidak ada tujuan lain selain membela Palestina,” ujarnya.
Dikatakan, dalam hal lain kita boleh berbeda, tapi dalam hal ini kita harus bersatu bela Palestina. “Jadi marilah bergabung di aksi Bela Palestina, Ahad nanti,” serunya.
Seruan serupa juga diutarakan oleh Ketua GNPF Ulama KH Bachtiar Nasir. Ia menegaskan, untuk membela Palestina adalah bagian dari rasa kemanusian. “Tidak perlu menjadi orang beragama untuk membela Palestina. Cukup saja menjadi manusia,” imbuhnya.
Apalagi, ujarnya, rakyat Indonesia diamanahi oleh UUD 1945 untuk menghapus berbagai penjajahan diatas muka bumi. “Kita bangsa Indonesia adalah manusia yang beradab menjunjung perdamaian dan menolak penjajahan,” tegasnya.
Aksi nanti, lanjut Bachtiar diharapkan menjadi agenda terbesar umat Islam dan bangsa Indonesia untuk bersatu agar meredam semua fitnah dan menutup semua dendam demi membela Palestina. “Kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah bangsa yang bersatu dan bersaudara. Bangsa yang membahagiakan rakyat Palestina bahwa mereka tidak sendirian,” tukasnya.
Untuk menyukseskan aksi nanti, lanjut Bachtiar, dirinya mengimbau agar umat Islam yang ada di luar daerah bisa berkumpul di Jakarta. “Terimakasih sudah melakukan aksi serupa di daerah masing-masing. Tapi marilah di aksi Bela Palestina Ahad nanti, hanya yang ada di Jakarta.
Hal ini demi untuk mempengaruhi dunia dan kerja-kerja yang lebih besar. Kita bersatu dan berkumpul semua di Jakarta,” tegasnya. (rga/ dil)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.