Kawasaki, Penyakit Jantung pada Anak

16
PAPARKAN. Dokter Najib mengisi seminar kesehatan bertema Mengenal Penyakit Kawasaki di Rumah Sakit Omni Hospital Alam Sutra Banten belum lama ini.

JAKARTA – Pada umumnya penyakit jantung pada anak sudah tak asing di telinga masyarakat awam. Tapi tidak banyak masyarakat yang tahu tentang penyakit kawasaki.

Penyakit kawasaki merupakan salah satu penyakit jantung pada anak, seperti peradangan pembuluh darah (vaskulitis) yang memasok darah ke jantung, peradangan otot jantung (miokarditis) dan masalah katup jantung.

Doktor dr Najib Advani SpA(K) MMed (Paed) Dokter Spesialis Anak Konsultan Jantung menjelaskan penyakit kawasaki adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan pada pembuluh darah pada tubuh, termasuk pembuluh darah koroner pada jantung

“Penyakit ini umumnya terjadi pada anak usia di bawah 5 tahun,” kata dr Najib pada seminar kesehatan Mengenal Penyakit Kawasaki di Rumah Sakit Omni Hospital Alam Sutra Banten belum lama ini.

Penyakit jantung paling sering dijumpai di negara maju. Di Jepang sudah ada 200.000 kasus. Di Asia terutama Jepang dan Korea terjadi 50-100 kasus pertahun per 100.000 anak balita.

Perbandingan antara anak laki-laki dan perempuan yakni 1,5 : 1. Kasus penyakit jantung ini banyak dialami pasien usia di bawah 4 tahun (80%). Kasus ini jarang terjadi pada anak usia di bawah 3 bulan atau diatas 8 tahun.

Di Indonesia diperkirakan angka kejadian penyakit kawasaki adalah 5.000 kasus per tahun dan yang terdiagnosis baru 150 – 200 kaws per tahun.

“Di Indonesia populasi 220.000.000 11% nya balita atau 24.200.000. Perkiraan kasus atas dasar perhitungan, 5.000 anak kena kawasaki tiap tahun dan 20% mengalami kerusakan koroner atau 1.000 per tahun,” jelas dr Najib.

Melihat banyaknya penyakit kawasaki yang belum terdiagnosis, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala penyakit ini sebab jika tidak ditangani dengan benar, penderita penyakit kawasaki dapat mengalami kerusakan jantung permanen.

“Dengan diagnosis, penanganan dan pengobatan yang efektif, kerusakan jantung dapat dihindari,” kata dr Najib yang juga ahli menangani penyakit kawasaki.

Sayangnya, sampai saat ini penyebab penyakit kawasaki belum diketahui secara pasti sehingga diagnosis yang benar hanya bisa ditegakkan berdasarkan gejala fisik yang muncul serta pengalaman dokter yang memeriksa.

“Sudah banyak riset yang dilakukan tapi belum ditemukan penyebabnya. Tetapi teorinya suatu virus yang masuk ke saluran napas kemudian memicu respon imun. Selain itu masih banyak hipotesis,” jelas dr Najib.

Namun demikian, para ahli mengatakan bahwa penyakit ini tidak menuIar, baik melalui pernafasan, sentuhan dan Iain sebagainya. (fajar)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.