Kawasan Andesit Taman Kota Tasik Kembali Diisi PKL

180
0
BERJUALAN. Para Pedagang Kaki Lima (PKL) mulai kembali mengisi kawasan andesit Taman Kota, Kamis (16/7). Setelah sebelumnya steril dari aktivitas pedagang. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TAWANG – Setelah cukup lama steril dari aktivitas pedagang, kawasan andesit kembali diisi Pedagang Kaki Lima (PKL). Hal ini ditenggarai akibat adanya boks tiket bus ngulisik yang sempat terpasang di kawasan tersebut.

Kamis sore (16/7), roda-roda PKL sudah terlihat nangkring di areal penghubung Taman Kota dan Masjid Agung itu.

Baca juga : Wawalkot Tasik Minta Emil Tinjau Ulang Soal Denda Rp100 Ribu Jika Tak Pake Masker

Petugas Satpol PP pun meminta mereka untuk keluar dari area andesit, namun tidak digubris.

Perwakilan pedagang, Hendra Rosidin mengatakan dia dan rekan-rekannya kembali ke andesit karena hari Rabu (15/7) melihat ada boks tiket bus ngulisik terpasang di kawasan itu.

Sehingga menunjukkan bahwa kawasan andesit boleh digunakan untuk aktivitas. “Karena berarti naik turunnya (penumpang ngulisik, Red) kan di sini,” ungkapnya kepada Radar, kemarin.

Maka dari itu, pihaknya tak menggubris permintaan dari petugas Satpol PP. Menurutnya pemerintah sudah bersikap tak adil kepada pedagang kecil, khususnya PKL di lokasi tersebut. “Apalagi sebutannya kalau bukan zalim,” tuturnya.

Terlebih ketika ada kegiatan, mobil-mobil plat merah pun kerap parkir di andesit. Padahal pemerintah sendiri yang mengharuskan kawasan tersebut harus steril. “Apa yang harus patuh aturan itu hanya masyarakat saja, sedangkan pemerintah boleh melanggar,” tanyanya.

Padahal, lanjut Hendra, dia dan rekan-rekannya merupakan tim yang ikut menyukseskan H Budi Budiman-H M Yusuf di Pilkada 2017. Namun kepedulian dari pimpinan daerah saat ini tidak dirasakan. “Apa karena kami masyarakat kecil, jadi bisa ditindas seenaknya,” ujar dia.

Pedagang lainnya, Diki Ahmad mengatakan pedagang hanya ikhtiar untuk bisa menafkahi keluarganya. Berdagang pun menurutnya adalah jalan yang halal untuk mencari nafkah. “Kami berjualan di sini, bukan mau mencuri,” ujarnya.

Para PKL pun, kata dia, termasuk dalam kelompok UMKM yang harusnya dibantu pemerintah supaya berkembang. Bukan digusur dan digeser tanpa kejelasan yang akhirnya merugikan pedagang.

“Kami pun tidak melihat ada papan pemberitahuan atau spanduk, tidak boleh ada aktivitas dagang di sini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Trantibum Dinas Satpol PP dan Damkar Yogi Subarkah mengakui bahwa sebelumnya ada boks tiket bus ngulisik yang terpasang di lokasi itu. Namun pihaknya langsung memindahkan ke lokasi lain. “Kami juga tidak tahu kenapa ada boks tiket di situ, makanya kami langsung memindahkan,” tuturnya.

Baca juga : Husen: Golkar Kota Tasik “Menghangat” & Perlu Sosok Pemersatu

Pihaknya pun belum bisa mengambil langkah untuk menertibkan PKL, yang saat ini kembali membuka lapak di andesit.

“Karena dia tidak mau sampai terjadi bentrokan antara petugas dan pedagang. Ini sedang dibahas di tataran pimpinan, kami masih menunggu instruksi lebih lanjut,” tuturnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.