Kawasan HZ Kota Tasik Ditata, Warga & Pelaku Usaha Setuju

190
1
DIPAKAI JUALAN. Trotoar di Jalan HZ Mustofa terlihat dipakai berjualan Selasa (16/6). Rencana pemkot menata kawasan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Firgiawan / Radar Tasikmalaya

CIHIDEUNG – Gagasan Wakil Wali Kota Tasikmalaya H M Yusuf yang akan menata HZ Mustofa mendapat dukungan dari eleman masyarakat.

Mereka berharap rencana menata pusat perekonomian itu bisa terealisasikan.

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kota Tasikmalaya Gideon Sugiono menyambut positif rencana Pemkot menata kawasan HZ Mustofa di tahun depan.

Baca juga : Puluhan Karyawan dan Pengunjung Asia Toserba Kota Tasik Swab Test Massal

Menurutnya, dari aspirasi para pelaku usaha di jalur tersebut rata-rata sudah menginginkan situasi kota yang nyaman, tertata rapi dan tertib.

“Asal nantinya jangan ada PKL (pedagang kaki lima) yang memenuhi trotoar dan merusak pemandangan serta mengganggu akses lalu lintas,” tuturnya kepada Radar, Selasa (16/6).

Loading...

Menurutnya, apabila infrastruktur sudah baik, kemudian digunakan lapak PKL akan sangat disayangkan. Apalagi, lanjut dia, ketika pemasangan lapaknya tidak tertib.

“Nah kami harap para wakil rakyat justru bisa mengawasi jalannya program ini ketika sudah dibangun. Supaya birokrasi atau petugas pengawasan di lapangan bisa menjaga sarana baru yang nantinya ditata itu,” harap tokoh pengusaha Kota Tasikmalaya itu.

Dia pun berharap Jalan Cihideung sebagai akses penunjang HZ Mustofa bisa lebih tertata. Salah satunya meniadakan PKL di jalur tersebut yang memakan setengah badan jalan.

“Kami harap DPRD dari PDI-P seperti Pak Muslim dan Pak Deni bisa membantu masyarakat mendorong hal ini,” ucapnya.

Senada dengan Gideon, Ketua Sipatutat Kota Tasikmalaya Irwan Supriadi mendukung terobosan Pemkot dalam menata kawasan Cihideung dan sekitarnya.

Terutama etalase Kota Resik yakni Jalan HZ Mustofa. “Namun, kita meminta perlu dipikirkan realokasi PKL dan kantong parkir harus disiapkan.

Sebab, percuma kendaraan bebas hambatan di sana, namun terjadi penumpukan di ruas jalan seperti Jalan Selakaso, Pataruman, Pemuda dan lain sebagainya,” kata dia memaparkan.

Kemudian, lanjut dia, Jalan Cihideung pun yang saat ini setengah badan jalan digunakan lapak gerobak PKL, harus dipikirkan.

Ketika ruas Jalan HZ Mustofa menyempit tanpa kantong parkir, tentunya Jalan Cihideung perlu dilaksanakan penataan juga.

“Ketika HZ Mustofa bebas hambatan, jalur itu tentu akan padat. Nah, di sini perlu pengkajian komprehensif. Mau sekalian ditata atau bagaimana, harus jelas agar upaya penataan ini berjalan simultan dan efektif,” harap pria yang akrab disapa Iwok.

Sementara itu, salah seorang pedagang di kawasan Cihideung merespons positif rencana Pemkot.

Termasuk, banyaknya hal yang harus dibenahi mulai dari pengelolaan saluran pembuangan yang kerap terjadi gangguan serta kekumuhan di kawasan tersebut.

“Memang ada rencana dari Pemkot, HZ, Cihideung mau ditata seperti Malioboro. Trotoarnya diperbesar, kaki lima ditata ya kita ingin semua tertib dan nyaman,” ucapnya.

Dia menceritakan saat ini mayoritas warga di Jalan HZ Mustofa dan Jalan Cihideung waswas.

Ketika melintas area perkotaan, yang mana harus menerapkan protokol kesehatan, namun kondisi area pedestrian berdempetan dengan pedagang.

Baca juga : Pemkot Tasik Belum Berani Buka Karaoke & Bioskop Karena Ini..

“Ya waswas mau jalankan protokol kesehatan gimana ketika kita jalan di trotoar tapi desakan belum dengan pejalan lain ditambah pedagang,” keluhnya.

“Semoga penataannya bisa sekaligus dengan Jalan Cihideung yang saat ini terkesan kumuh. Sebab, respons dari rekan dan relasi saya dari luar kota mengira gerobak PKL itu pasar,” sambung dia. (igi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.