Kawasan HZ Mustofa Kota Tasik Ditutup Secara Berkala, Atasi Penyebaran Corona

1456
0

KOTA TASIK – Selain menutup akses angkutan umum dari luar daerah dan tempat keramaian dalam penerapan pembatasan wilayah, Pemkot Tasik juga menutup kawasan Jalan HZ Mustofa yang merupakan pusat keramaian dan pertokoan.

Hal tersebut dilakukan pemerintah sebagai upaya mencegah penyebaran virus covid -19 yang saat ini angkanya kini telah mencapai 6 orang positif, 11 Pasien dalam Pengawasan (PDP) dan 295 Orang dalam Pengawasan (PDP).

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, H. Muhammad Yusuf mengatakan, penutupan Jalan HZ Mustofa merupakan bagian dari penerapan pembatasan wilayah dalam upaya memutus mata rantai virus corona di Kota Tasikmalaya.

Baca juga : Jenazah Misterius Datang dari Jakarta Resahkan Warga Tamansari Kota Tasik

“Seperti kita tahu, Jalan HZ Mustofa selama ini merupakan pusat perekonomian Kota Tasik yang setiap harinya mobilitas masyarakat di jalan ini sangat ramai,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Selasa (31/03) sore.

“Sehingga dengan mobilitas masyarakat yang tinggi itulah maka Jalan HZ Mustofa merupakan wilayah yang dianggap rawan dalam penyebaran covid -19,” sambungnya.

Apalagi, terang dia, dengan tidak ditutupnya jalan HZ Mustofa, masyarakat tetap melakukan aktifitas seperti biasanya seolah-olah tidak mengindahkan adanya bahaya penyebaran virus corona yang semakin hari semakin masif.

Padahal, beber Yusuf, pemerintah sendiri sudah beberapa kali memberikan himbauan termasuk seruan melalui surat edaran agar masyarakat menjaga jarak dan menghindari tempat tempat berkerumunnya orang banyak.

“Kemarin saja pas saya membagi-bagikan masker gratis, masyarakat di Jalan HZ ini seolah tidak peduli dengan covid -19, mereka tetap berkerumun, belanja seperti biasa bahkan banyak yang tidak menggunakan masker,” beber Yusuf.

Padahal, covid -19 itu sangat bahaya, penyakit ini bukan hanya permasalahan di kita saja, ini sudah menjadi masalah dunia. “Makanya jangan main-main,” tambahnya.

Adapun saat ditanya sampai kapan HZ Mustofa itu ditutup, Yusuf mengatakan secara teknis belum bisa dipastikan karena sifatnya parsial, alias tergantung momen.

Jadi ketika ramai kendaraan dan pejalan kaki, maka pihaknya terpaksa melakukan penutupan jalan tersebut.

“Secara teknis saya juga masih mencari tahu karena yang lebih tahu pihak dishub dan kepolisian. Apakah ini selamanya ditutup atau apakah hanya pada jam padat saja,” jelasnya. (rez)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.