Kawasan Perkotaan Garut Jadi Fokus PSBB

931
0
diskominfo untuk rakyat garut BERAKTIVITAS. Warga beraktivitas di perkotaan Garut, tepatnya Jalan Ahmad Yani. Rencananya, PSBB akan diberlakukan di pusat kota.

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten Garut akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sejauh ini pemkab masih melakukan koordinasi dalam menentukan wilayah yang akan memberlakukan PSBB.

“Kita masih koordinasi dan melihat peta penyebaran Covid-19 terlebih dulu,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan Jumat (1/5).

Baca juga : PDP Meninggal Di Garut Bertambah, Bayi Positif Terpapar dari Bapaknya Penjual Kopi di Jakarta

Melihat peta penyebaran, kata dia, wilayah perkotaan menjadi salah satu yang akan diterapkan PSBB. Karena wilayah perkotaan paling banyak warga yang positif Covid-19. “Untuk daerah pinggiran, lihat pemetaannya. Pemetaan utuh belum dilakukan,” ucapnya.

Helmi menerangkan penyebaran Covid-19 di wilayah perkotaan Garut saat ini tidak hanya berasal dari luar kota. Tetapi penyebarannya sudah melalui transmisi lokal. Dengan PSBB, pencegahannya bisa dilakukan lebih ketat.

“Pertama ada kasus (positif Covid-19) meninggal. Kedua transmisi local dan ketiga penyebaran PDP dan positif sudah hampir tersebar. Jadi pertimbangan kami lakukan PSBB,” katanya.

Meski sudah menerapkan social dan physical distancing, Helmi mengaku kenyataan di lapangan ternyata masih banyak warga berlalu-lalang. Dengan PSBB, keramaian tersebut bisa dihentikan sementara waktu.

“Makanya harus ada PSBB untuk cegah keramaian. Kami setuju gubernur memimpin PSBB tingkat provinsi ini. Jadi satu komando dan bisa lebih jelas,” ucapnya.

Sementara itu, kata dia, razia untuk mencegah pemudik masuk ke Garut juga terus dilakukan. Ia berharap para pemudik bisa lebih dulu dicegah sebelum masuk ke Garut. “Nanti saat PSBB, masjid yang dilalui umum, diminta tutup dulu. Sekarang juga sudah dilakukan, tapi saat PSBB akan lebih ketat. Termasuk toko nonsembako,” terangnya.

Baca juga : Bayi 2 Tahun Warga Cibatu Garut Positif Covid-19, Klinik Ditutup & Dokternya Diisolasi

Sebelumnya, Bupati Garut Rudy Gunawan berharap penerapan PSBB secara parsial bisa menekan penyebaran Covid-19. Ia menilai social dan physical distancing belum efektif memutus wabah corona di Garut. “Masih ada titik keramaian selama ini. Dengan PSBB, kami bersama polisi, TNI dan kejaksaan bisa mengupayakan pencegahan keramaian,” katanya.

Jika disetujui, PSBB di Garut akan dimulai pada 6 Mei. Konsekuensi PSBB yakni pemerintah harus menyiapkan jaminan sosial bagi warga. Rudy menyebut masalah jaminan sosial juga sudah disiapkan. “Jaminan sosial sudah dipertimbangkan provinsi dan kita (Pemkab Garut),” ucapnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.