Kawasan Wisata di Kabupaten Tasik Dibuka Juni

1543
0

SUKARATU – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya belum membuka Objek Wisata Gunung Galunggung di tengah pandemi Covid-19. Termasuk jalan menuju ke kawasan wisata pun masih ditutup menggunakan bambu, Selasa (26/5).

Penutup jalan tersebut sebagai antisipasi adanya pengunjung di masa libur lebaran.

Baca juga : Ketua TMP Kabupaten Tasik Bagikan Sembako ke Warga

Karena, tahun-tahun sebelumnya Objek Wisata Gunung Galunggung selalu menjadi tujuan untuk menghabiskan waktu libur lebaran.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tasikmalaya Ir Safari Agustin MP menjelaskan, dibuatnya palang pintu di perempatan jalan menuju kawasan wisata murni inisiatif masyarakat dan desa setempat.

Sehingga tidak ada lagi masyarakat atau wisatawan yang nekat masuk ke kawasan wisata di tengah pandemi ini. “Bahwasanya pengunjung atau wisatawan diingatkan bahwa wisata belum dibuka,” katanya.

Loading...

“Daripada repot nanti pas sampai di pintu gerbang atau ke objek wisata pemandian belum dibuka, harus balik lagi. Maka masyarakat yang berjaga di palang pintu tersebut mengingatkan sebelum pengunjung sampai ke Galunggung,” ujarnya, menambahkan.

Kata dia, rencananya Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya pada Rabu (27/5) atau Kamis (28/5) akan melakukan video conference dengan pemerintah provinsi dan pusat soal pembukaan kembali objek wisata di seluruh daerah termasuk di Kabupaten Tasik.

“Iya rencananya nanti melalui video conference akan dimusyawarahkan soal izin dibuka kembali objek wisata. Jika memang wabah Covid-19 ini ada penurunan atau aman, rencana Juni objek wisata mulai akan dibuka,” tambah dia.

Camat Sukaratu Ria Supriana menambahkan, Muspika Sukaratu dan Tim Gugus Covid-19 di desa dan kecamatan saat ini konsentrasi mengoptimalkan peran RT siaga termasuk di Desa Linggajati, di mana ada Objek Wisata Galunggung dan banyak pemudik yang datang.

“Jadi dibuatnya palang pintu di perempatan menuju Galunggung atas hasil musyawarah masyarakat setempat. Pada intinya bukan menghalangi menuju objek wisata. Namun, untuk mengingatkan pengunjung bahwa belum dibuka ada penjagaan, termasuk mendata pemudik yang masuk ke Desa Linggajati,” jelas dia.

Sejauh ini, kata Ria, data yang tercatat di Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Sukaratu pemudik yang pulang dari wilayah transmisi lokal sampai 22 Mei tercatat 1.784.

Baca juga : 45 Menit Ketahuan Positif atau Negatif Covid-19 di RS SMC Kabupaten Tasik

Dengan rincian, Desa Linggajati ada 234 pemudik, Sinagar 162 orang, Sukaratu 359, Tawangbanteng 173, Sukamahi 159, Gunungsari 168, Sukagalih 177 dan Indrajaya 352.

“Jadi data ini menjadi dasar kami untuk mengambil langkah kebijakan, pendataan, kami melaksanakan monitoring malam takbiran termasuk atas hasil musyawarah masyarakat dibuat palang pintu di perempatan menuju Objek Wisata Gunung Galunggung,” ujarnya. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.