Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.5%

19.8%

7.7%

69%

Kawasan Wisata Garut Perketat Protokol Kesehatan

66
0
istimewa BERWISATA. Sejumlah wisatawan berkunjung ke Objek Wisata Gunung Papandayan kemarin. Pengelola Gunung Papandayan terus memperketat penerapan protokol kesehatan di tempat wisata.

CISURUPAN – Beberapa objek wisata di Garut menerapkan protokol kesehatan dengan ketat terhadap pengunjung.

Seperti halnya yang dilakukan di Objek Wisata Gunung Papandayan di Kecamatan Cisurupan.

Baca juga : Pemkab Garut Siapkan Perbup Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Di objek wisata ini, protokol diterapkan dengan ketat, mulai dari penggunaan masker, tempat cuci tangan dan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan yang masuk objek wisata.

“Sejak pemerintah memberi izin pembukaan tempat wisata, kami menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Kami tidak ingin ada klaster pariwisata,” ujar Graha Kaban, Direktur Utama PT AIL selaku pengelola Gunung Papandayan kepada wartawan Sabtu (22/8).

Menurut dia, setiap kendaraan yang masuk disemprot disinfektan. Wisatawan luar kota juga diharuskan membawa surat sehat.

“Mulai dari pintu masuk sampai ke kawasan, kami terapkan protokol kesehatan. Petugas juga akan minta surat kesehatan. Kami juga sediakan masker,” ucapnya.

Pihaknya juga menyebar petugas di setiap sudut untuk mengimbau penggunaan masker. Petugas akan terus mengingatkan agar pengunjung mengenakan masker.

Jika pengunjung tak mematuhi aturan protokol kesehatan, Graha tak segan untuk memulangkan wisatawan tersebut. Dengan kesadaran protokol kesehatan, bisa mencegah penyebaran virus corona.

Terkait adanya wacana evaluasi penutupan sementara tempat wisata, Graha menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah.

Namun pihaknya sudah berkomitmen untuk tunduk terhadap protokol kesehatan.

“Pak bupati sudah lebih tahu dan lebih paham yang terbaik untuk pengusaha wisata di Garut ini. Untuk antisipasi kami akan patuh terhada protokol dan ingatkan pengunjung,” katanya.

Graha menambahkan adanya pandemi Covid-19, tingkat kunjungan wisata mengalami penurunan cukup besar.

“Selama libur panjang ini, pengunjung yang datang hanya 50 persen saja. Mobil memang kayak yang banyak terparkir. Tapi tidak full isinya. Tak seperti waktu sebelum Covid keramaiannya,” ucapnya.

Kepala Disparbud Garut Budi Gan Gan menuturkan sejak awal pembukaan objek wisata dan resepsi pernikahan, pihaknya sudah menyampaikan untuk mementingkan keselamatan.

Pemkab mengambil langkah tersebut sebagai relaksasi ekonomi. “Namun keselamatan umat harus menjadi poin penting yang harus diperhatikan,” katanya.

Artinya harus ada komitmen dan ketaatan semua pihak. Apabila status konfirmasi positif di Garut naik terus, Budi menyebut akan menghentikan kegiatan wisata.

“Sementara ini kami minta pelaku usaha wisata berkomitmen. Apa artinya ekonomi meningkat, kalau tak ada jamiman keselamatan. Pekan depan akan dievaluasi (tetap dibuka atau ditutup),” ucapnya.

Ketua Komunitas Wedding Garut (KWG) Budi Kurniadi mengaku tak bisa berbuat banyak soal pelanggaran protokol kesehatan dari tamu undangan pernikahan. Meski pihaknya telah mengingatkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Semuanya masih waswas dengan suasana yang masih genting. Cuma memang sulit menumbuhkan kesadaran (protokol kesehatan) meski sudah terus diingatkan,” ucapnya.

Baca juga : Santri Asal Ciamis yang Tenggelam di Pantai Pasanggrahan Cipatujah Tasik, Ditemukan di Garut

Budi menyebut akan meminta bantuan dan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 untuk membantu mengawasi protokol kesehatan di resepsi pernikahan.

“Kalau dihentikan, ini berhubungan dengan keberlangsungan industri. Tapi kami ikuti keputusan pemerintah nanti seperti apa,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.