KB Suntik Masih Jadi Favorit

30

CIHIDEUNG – Kesadaran masyarakat untuk mengikuti program KB guna mengendalikan populasi penduduk belum maksimal sepenuhnya. Saat ini pun tren penggunaan KB didominasi dengan metode suntik yang lebih rentan gagal.

Di Kota tasikmalaya, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) mencatat ada 119.6111 pasangan suami istri yang berada di usia subur.

Sedangkan penggunaan KB, baik melalui layanan pemerintah maupun swasta baru mencapai 86.395 pasang. Dengan demikian, ada sekitar 33.216 pasangan usia subur yang belum menjadi peserta program KB.

Kepala D2KBP3A Kota Tasikmalaya Hj Nunung Kartini mengatakan pasangan usia subur belum mengikuti program KB karena beberapa alasan, di antaranya mereka masih pengantin baru dan belum memiliki anak. “Masa baru nikah langsung pasang KB,” ungkapnya kepada Radar, Senin (14/1).

Selain itu, kata dia, ada juga yang merasa usianya sudah cukup tua sehingga tidak perlu menggunakan KB. Mereka pun tidak berniat memiliki anak lagi. Jumlahnya cukup banyak yakni sampai 10.176. “Padahal selama istri belum menopause, dia masih bisa hamil,” terangnya.

Meskipun ikut program KB, kegagalan program kerap terjadi karena peserta kurang disiplin. Hal ini biasanya terjadi kepada peserta KB dengan metode suntik dan pil. “Karena itu kan seminggu sekali, jadi kalau kelupaan hari atau tanggal ya jadi gagal,” tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya saat ini tengah mengupayakan pengalihan metode implan dan IUD. Dua metode tersebut memiliki jeda waktu yang cukup lama antara tiga tahun sampai delapan tahun. “Ini mengantisipasi peserta KB yang lupa, kalau rentang waktunya lama kan lebih aman,” kata dia. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.