KBM di Kota Banjar Belum Bisa Tatap Muka

119
0
ilustasi
ilustasi

BANJAR – Pandemi Covid-19 menjadi penghambat jalannya kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kegiatan belajar dengan tatap muka dan interaksi langsung di dalam kelas sudah tidak dilakukan sejak Maret 2020. Pemkot Banjar termasuk Dinas Pendidikan pun belum bisa memprediksi kapan kegiatan belajar akan normal kembali.

“Kita belum bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan bertatap muka langsung di ruang kelas. Saat ini kita masih menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar Ahmad Yani Senin (20/7).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar juga telah menerima salinan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pendemi Covid-19.

Ahmad Yani menjelaskan kegiatan belajar mengajar di sekolah bisa dilaksanakan jika status Kota Banjar sudah zona hijau dari Covid-19.

“Betul harus zona hijau, baru bisa dilaksanakan kegiatan belajar di sekolah. Itu pun dengan berbagai penerapan protokol kesehatan sesuai surat edaran pemerintah pusat. Namun Kota Banjar sendiri saat ini masih belum bisa melaksanakannya karena statunya juga belum masuk zona hijau,” ujarnya.

Baca Juga : Warga Kota Banjar Berharap Segera ada Hasil Penyidikan KPK

Loading...

“Untuk penerimaan siswa baru, berjalan dengan baik dan calon siswa pun diperbolehkan untuk melihat lingkungan sekolah. Tidak ada yang melarang kalau sekadar ingin mengetahui sekolahnya,” tambahnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana menjelaskan Kota Banjar saat ini belum masuk ke zona hijau, sehingga sampai proses belajar mengajar masih dilakukan jarak jauk.

“Dalam waktu ini belum bisa dilaksanakan proses belajar mengajar di sekolah jadi masih harus belajar secara jarak jauh. Ditambah kita memiliki kasus terkonfirmasi positif. Kebijakan status kita ikut pemerintah provinsi yang sudah menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), namun untuk kebijakan sekolah, kita tetap mengikuti aturan pusat sebelum zona hijau tidak dilaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah,” ungkapnya.
Santri Asal Purwakarta Positif Covid

Sementara itu, santri di salah satu pondok pesantren di Kota Banjar terkonfirmasi positif Covid-19. Santri tersebut berasal dari Kabupaten Purwakarta.

Tim pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar dr H Agus Budiana Ekaputra menjelaskan santri perempuan itu sebelumnya mengikuti swab test, Rabu (14/7) di Lapang Tenis Pendopo Kota Banjar. Hasil tes tersebut keluar Senin (20/7). Santri perempuan itu dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Yang bersangkutan luar Banjar, jenis kelamin perempuan dan sudah dibawa pulang oleh orang tuanya seusai dilakukan swab test saat itu juga untuk menjalani isolasi mandiri di rumahnya,” ujar dr H Agus B Ekaputra, Senin (20/7) di kantor Dinkes Kota Banjar.

Baca Juga : 3 Pasien Corona Kota Banjar Diisolasi di Rumahnya Masing-Masing

Menurutnya, yang bersangkutan masuk kategori orang tanpa gejala (OTG), karena tidak memiliki gejala apapun alias sehat. Sehingga hanya menjalin isolasi mandiri di rumah sama seperti yang dilakukan tiga orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 asal Kota Banjar.

Agus menjelaskan, sebelumnya, yang bersangkutan datang bersama 33 santri lainnya ke Kota Banjar pada Sabtu (11/7). Kemudian Selasa (14/7) mereka menjalani rapid test di pesantren. Karena hasilnya reaktif, yang bersangkutan langsung menjalani swab test. Dia mengikuti swab test di Lapang Tenis Pendopo Kota Banjar Rabu (14/7).

“Kita akan lakukan tracking terhadap rekannya yang pernah kontak satu ruangan di ponpes, ada sekitar 18 orang,” kata Kabid P2P Dinkes Kota Banjar itu.

Setelah hasil swab test keluar, kata dia, pihak ponpes langsung memperketat protokol kesehatan dan sudah menyediakan ruang isolasi khusus bagi santri yang dinyatakan reaktif dan positif Covid-19. Hal itu guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan ponpes agar jangan sampai santri lainnya dan pengurus ikut tertular. (cep/nto)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.