KBM Tatap Muka di Kota Banjar Akhir Agustus

135
0
Hj Ade Uu Sukaesih Wali Kota Banjar
Hj Ade Uu Sukaesih Wali Kota Banjar

BANJAR – Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih mengatakan Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sedang mempersiapkan proses pembelajaran tatap muka di masa Pandemi Covid-19. Wali kota menargetkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dimulai akhir Agustus.

“Tapi yang menjadi pertanyaanya bagaimana kesiapan di sekolah masing-masing, apakah sudah siap semua apa belum,” kata dia saat sambutan dalam rapat paripurna di kantor DPRD Kota Banjar Jumat (14/8).

Kata dia, pelaksanaan KBM tatap muka harus dirumuskan dengan matang agar tidak ada permasalahan dikemudian hari.

Diberitakan sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta perwakilan kepala sekolah mulai membahas siswa belajar secara tatap muka di sekolah. Rencananya, Pemkot Banjar akan segera melaksanakan belajar tatap muka di sekolah setelah persiapan selesai dilakukan.

Baca juga : 17.408 Warga Kota Banjar Terima Bantuan Program JPS

Beberapa persiapan yang harus dipenuhi selama pandemi Covid-19 di antaranya keamanan untuk siswa dan guru agar tidak terpapar Covid-19, kemudian sarana protokol kesehatan di sekolah harus mendukung dan perlengkapan media informasi di sekolah terkait Covid-19.

Loading...

“Jumlah sekolah yang sudah siap melaksanakan sistem belajar tatap muka memang belum ada datanya, karena kita belum melaksanakan rakor (rapat koordinasi). Harus rakor dulu dengan seluruh sekolah supaya kita tahu berapa yang sudah siap,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Banjar Ahmad Yani Kamis (13/8).

Baca juga : Wali Kota Banjar Dipanggil KPK

Sementara jumlah sekolah sendiri dari tingkat SD dan SMP di Kota Banjar baik negeri maupun swasta sebanyak 111 sekolah. Terdiri dari SD Negeri sebanyak 82 dan swasta 4 sekolah. Sedangkan SMP Negeri 10 sekolah dan swastanya 15 sekolah.

“Pemerintah kota sendiri ingin secepatnya sekolah kembali dibuka, namun seluruh persyaratan protokol kesehatan harus dipersiapkan dulu,” katanya.

Untuk sarana protokol kesehatan, Dinas Pendidikan sudah memiliki anggaran sekitar Rp 2 miliar dari anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) hasil refocusing tahap ketiga. Ditambah setiap sekolah bisa menggunakan anggaran BOS untuk menyiapkan sarana protokol kesehatan. (nto)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.