Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.4%

20.4%

8.4%

66.9%

KBM Tatap Muka di Kota Banjar, Jumlah Siswa Dibatasi

169
0
PERSIAPAN. Disdik Kota Banjar bersama sejumlah kepala SD dan SMP melakukan pematangan pelaksanaan ujicoba proses pembelajaran tatap muka kemarin.
PERSIAPAN. Disdik Kota Banjar bersama sejumlah kepala SD dan SMP melakukan pematangan pelaksanaan ujicoba proses pembelajaran tatap muka kemarin.

BANJAR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar sedang mematangkan persiapan proses pembelajaran tatap muka dimasa Pandemi Covid-19.

Kepala Disdikbud Kota Banjar drs H Lukmanulhakim MSi mengatakan saat ini mempersiapkan mekanisme proses pembelajaran tatap muka agar bisa berjalan dengan baik.

“Sekarang masih dalam persiapan, dengan harapan bisa berjalan dengan baik tanpa ada kendala apapun nanti saat (sekolah) dibuka kembali,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (27/8).

Baca juga : 72 Warga Kota Banjar Terima Bantuan Rutilahu untuk Pertama Kali

Kata dia, rencananya pekan depan akan dilaksanakan ujicoba proses pembelajaran tatap muka. Namun hanya dua SD dan satu SMP per kecamatan. Jumlah siswanya pun terbatas serta khusus kelas 6 SD dan 9 SMP.

Murid dan siswa yang mengikuti proses pembelajaran tatap muka pun diharuskan selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Jangan sampai terjadi penularan virus corona, sehingga timbul kluster baru nantinya. Makanya harus dicegah,” tandasnya.

Kata dia, nanti saat proses pembelajaran tatap muka dilaksanakan, akan didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Selain itu, siswa harus diantar jemput oleh orang tuanya dan maksimal pelaksanaan empat jam saja.

Baca juga : Pelaksanaan Rapid Test Gratis Berakhir

Terpisah, Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana mengatakan berdasarkan rapat dengan wali kota Banjar dan Forkopimda untuk proses pembelajaran tatap muka diatur per kecamatan hanya dua SD. Satu di kota dan di desa dan satu SMP.

“Tidak semua sekolah, tapi sekolah yang sudah siap. Baik dari segi sarana pendukung maupun lainnya,” ujarnya. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi ledakan atau klaster baru Covid-19 di lingkungan sekolah. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.