KBM Tatap Muka di Kota Tasik Belum Bisa Dilaksanakan

85
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya belum dapat memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah dapat dilaksanakan pada Januari 2021.

Sebab, kasus Covid-19 di kota santri itu masih terus mengalami peningkatan.

Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya, Dadang Yudistira mengatakan, dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang terbaru, zonasi wilayah tak lagi menjadi pertimbangan sekolah untuk dapat menggelar KBM tatap muka.

Saat ini, keputusan sepenuhnya ada di tangan sekolah, orang tua siswa, dan pemerintah daerah.

“Namun, pemkot sangat memperhatikan keselamatan guru dan siswa lebih utama. Kita berharap tak muncul klaster baru dari kegiatan pendidikan. Apalagi kondisi kasus Covid-19 masih terus meningkat,” kata dia saat dihubungi wartawan, Sabtu (19/12) pagi.

Dadang menyebutkan, saat ini hampir semua dari 69 kelurahan yang ada di Kota Tasikmalaya berstatus zona merah. Hanya tiga kelurahan yang berstatus zona hijau.

Meski zonasi tak lagi jadi pertimbangan untuk menggelar KBM tatap muka, tapi hal itu menjadi kekhawatiran pemerintah jika tatap muka dipaksakan berjalan pada Januari tahun depan.

Terang dia, kemungkinan tatap muka pada januari belum bisa dilakukan. “Kita tak menjamin Januari bisa dilaksanakan KBM. Kita tunggu kondisi mereda,” ujar dia.

Dadang mengakui, sudah banyak sekolah dan orang tua yang ingin melaksanakan KBM tatap muka.

Namun, pemerintah hanya bisa berusaha agar setiap satuan pendidikan mampu memenuhi daftar periksa persiapan.

Ia menambahkan, protokol kesehatan harus dengan ketat dilakukan di sekolah jika KBM tatap mula dilaksakan.

Terakhir, siswa yang masuk harus diatur sedemikian rupa agar tidak menjadi kerumunan.

“Kami sudah susun strategi itu dan meminta sekolah menerapkannya. Tapi kondisi yang sekarang tak memungkinkan KBM tatap muka dilaksanakan pada Januari,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasik, Uus Supangat menuturkan, pihaknya masih terus melakukan evaluasi untuk memberikan rekomendasi sekolah dapat menggelar KBM tatap muka.

Namun belajar dari pengalaman yang ada, KBM tatap muka di sekolah itu dinilai sangat berisiko memunculkan klaster baru.

Pengalaman yang dimaksud Uus adalah kemunculan klaster penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren di Kota Tasik.

Setidaknya, terdapat tiga pesantren di Kota Tasik yang sudah menjadi klaster penyebaran Covid-19. Bahkan, hingga saat ini klaster pesantren belum sepenuhnya dapat diatasi.

“Tingkat penyebaran di tempat pendidikan itu tinggi,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.