KBM Tatap Muka di Kota Tasik Masih Dilarang, Ini Alasannya..

189
0
EVALUASI DENDA TAK PAKE MASKER
Wali Kota Tasik, Budi Budiman dan jajarannya saat rapat evaluasi penerapan protokol kesehatan, Senin (03/08) sore. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Meski kasus pasien positif Covid-19 sudah tidak ada, namun proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Kota Tasikmalaya hingga kini masih dilarang dilakukan dengan sistem tatap muka dan tetap diberlakukan sistem Daring.

Wali Kota Tasik, Budi Budiman mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan Disdik Provinsi Jawa Barat dan Kemenag, bahwa sampai hari ini sekolah masih tetap menggunakan sistem Daring.

“Jadi, untuk sekolah, pemerintah belum mengizinkan tatap muka,” ujar Budi kepada radartasikmalaya.com, Selasa (04/08) pagi.

Karena, terang Budi, syarat KBM tatap muka itu harus masuk zona hijau terlebih dahulu dan Kota Tasik masih tertahan di zona kuning di masa pandemi Covid-19 ini.

“Kita masih di zona kuning walaupun sudah zero pasien positif yang dirawat. Tapi karena masih ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 2 orang,” terangnya.

“Intinya syarat masuk zona hijau itu tak ada kasus baru, dan selama 14 hari masa inkubasi tak ada kasus baru, dan tak ada hal lain,” sambungnya.

Jadi, tambah dia, masuk zona hijau itu tak serta merta hari ini tak ada kasus positif langsung naik. Tak seperti itu.

“Karena ada waktu 14 hari inkubasi yang harus ditaati sesuai dengan protokol Kemenkes. Jadi tak serta merta,” tambahnya.

Jelas Budi, semua pihak juga ingin masuk zona hijau. Makanya kalau masuk zona hijau patuhi protokol kesehatan.

“Hari ini kita kan ada kasus baru 2 PDP itu yang merupakan kasus impor, apalagi kemarin baru Idul Adha banyak tamu dari luar. Pendidikan itu resikonya besar seperti halnya kolam renang,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.