Ke Pangandaran? Belum Afdol Jika tak Nyicip Ini..

287
0
Loading...

Pangandaran. Pasti ingatan kita langsung ke wisata pantai, seafood dan lainnya. Ternyata, Pangandaran tak hanya menyimpan ragam pesona destinasi wisata, namun juga memiliki penganan khas.

Pindang Gunung. Terdengar aneh memang namanya. Ini makanan khas olahan ikan laut segar yang super lezat.

Sudah ada sejak dulu. Biasanya dihidangkan saat hajatan. Sekarang banyak rumah makan yang menawarkan penganan jenis sup berkuah kuning ini.

Bagi masyarakat yang tinggal di pesisir Pangandaran, Pindang Gunung sudah menjadi hidangan favorit. Biasanya disajikan saat makan besar atau acara-acara pesta.

Loading...

Saat ini, olahan Pindang Gunung sudah bisa dipesan di rumah makan seafood di Pangandaran. Jadi, jika Anda ingin menikmati hidangan khas ikan laut, coba pesan menu Pindang Gunung.

Sup ikan ini sangat berbeda dengan olahan familiar seafood. Biasanya seafood berbumbu asam manis, saos tiram dan lainnya.

Hampir semua jenis ikan bisa diolah, namun yang banyak digunakan biasanya jenis ikan-ikan bertekstur daging tebal, seperti jenis ikan kakap, tongkol, kue dan lainnya.

Ciri khas yang membedakan Pindang Gunung Pangandaran yaitu terletak pada bumbunya. Honje atau kecombrang menjadi rempah wajib yang harus ada di dalamnya. Jika tidak ada, maka digantikan dengan daun kedondong muda.

Rempah tersebutlah yang membuat cita rasa kuah sup ini terasa asam. Segar. Itu yang membedakan dengan sup pada umumnya.

Bumbu lainnya yang membuat aroma Pindang Gunung mengundang selera yaitu bawah merah, bawah putih, kunyit, jahe, lengkuas, salam, serai, cabai rawit dan terasi.

“Ikan yang akan dimasak pindang gunung sebaiknya ikan segar sehingga tidak mengubah cita rasa,” tutur Cicih (57), salah seorang pecinta kuliner, warga Pangandaran.

Menurutnya, Pindang Gunung merupakan resep khas masyarakat pesisir Pangandaran yang turun temurun.

“Dari zaman dulu, Pindang Gunung ini sudah disajikan. Biasanya dalam acara-acara pesta, menjadi salah satu makanan yang wajib untuk dihidangkan,” ujarnya.

Ada dua jenis cara pengolahan Pindang Gunung, namun dengan resep bumbu yang sama. “Jadi ada dua cara memasaknya, ada yang bumbunya digoreng terlebih dahulu, dan ada yang tidak digoreng. Bumbunya setelah diulek langsung dimasukan ke air mendidih dicampur dengan ikan,” kata dia.

Pindang Gunung akan terasa lebih nikmat disantap saat hidangan masih hangat. Kuahnya yang berwarna kuning dan rasa asam dari honje membuat citarasa olahan ikan ini berbeda.

Rugi rasanya, jika ke Pangandaran belum mencicipi sajian Pindang Gunung yang melegenda ini. (nay)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.