Kearifan Lokal Bentuk Pendidikan Karakter

129
0

TASIK – Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Jawa Barat 2017 KH Utawijaya Kusumah mengatakan, kearifan lokal dapat menjadi pendidikan karakter bagi generasi muda. Karena tertanam nilai keluhuran budi, moral serta budaya.

“Kearifan lokal merupakan bagian dari sinergi budaya dan pendidikan. Perlu dikembangkan secara beriringan dalam pendidikan yang berkarakter bagi generasi muda,” ujarnya kepada Radar, Minggu (30/6).

Kata dia, bagaimana guru mengajarkan kurikulum silih asih, silih asah dan silih asuh di sekolah. Kalau itu berhasil dilakukan sesuai dengan kearifan lokal akan berdampak pada pendidikan karakter siswa. “Kearifan lokal biasanya berkembang dalam pendidikan dengan melalui tradisi dan budaya yang berkarakter. Hasilnya generasi kita tidak mudah latah mengikuti budaya lain,” kata dia.

Lanjut dia, kearifan lokal merupakan bagian bentuk jati diri bangsa. Sehingga sangat tepat dalam membentuk karakter generasi bangsa yang lebih kuat dari sifat, watak, akal, rasa, karsa, kehendak, semangat dan kekuatan yang terdapat dalam jiwa.

Dewan Pertimbangan Daerah Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Tasikmalaya Slamet Kartosumarto menjelaskan jati diri khas yang dimiliki bangsa Indonesia adalah dari kearifan lokalnya. Seperti nilai religius, humanis, naturalis, terbuka, demokratis, nasionalis, patriotis, jujur dan adil, profesional, berjiwa kultur, berjiwa seni dan lainnya.

“Ajaran kearifan lokal biasanya diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi lain melalui pendidikan dan kebiasaan dari orang tua. Oleh karena itu kearifan lokal harus dilestarikan,” terangnya.(mg1)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.