Kebahagian Anak Disurvei

329
0
Siti Aisyah / Radar Tasikmalaya SURVEI KEBAHAGIAAN. Supervisor Tim Survei Kebahagian Anak Dewi Rachmawati SPSi (keenam dari kanan) menyerahkan sertifikat survei kebahagian anak kepada Kepala SD Islam Cihideung Balong Kota Tasikmalaya Kusnadi SPd (keenam dari kiri) didampingi tim survei, guru dan Badan Pusat Statistik (BPS) di halaman SD Islam Cihideung Balong Kamis (26/10).

TASIK – Sekolah Dasar (SD) Islam Cihideung Balong, Jalan Cihideung Balong No 67, Cihideung, Kota Tasikmalaya terpilih menjadi salah satu sampel dalam pelaksanaan survei kebahagian anak atas kerja sama UNICEF, Bappenas dan Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba) kemarin (26/10).
Kepala SD Islam Cihideung Balong Kusnadi SPd mengaku bangga karena menjadi bagian dari 10 sekolah se-Kota Tasikmalaya yang ditunjuk Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya untuk menjadi sampel penelitian mengenai survei kebahagian anak. Hal ini, terang Kusnadi, menambah pengalaman sekolah juga memberikan masukan bahwa anak dikatakan sejahtera menurut pandangan anak.
“Artinya hal ini menjadi masukan baik bagi dunia pendidikan dan bagi pemerintah Indonesia tentang bagaimana pendidikan saat ini menurut anak, sehingga anak nyaman belajar di sekolah dan apa saja yang membuat anak merasa senang datang ke sekolah,” ungkapnya kemarin (26/10).
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bahan evaluasi bagi sekolah terkait kondisi anak, di mana lingkungan sekolah yang bagaimana yang membuat anak nyaman dan betah di sekolah, termasuk suasana bagaimana yang membuat anak bahagia ada di sekolah, termasuk kondisi dan suasana rumah atau lingkungan yang bagaimana yang bisa memuat anak merasa nyaman dan aman serta membuatnya bahagia.
“Anak bahagia ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, kondisi anak yang baik ini bisa menjadi penunjang anak dalam peningkatan kualitas belajar dan prestasi di sekolah karena anak senang. Kami berharap dengan survei ini memberikan inspirasi bagi siswa, orang tua, semua lingkungan sekolah dan semua pihak terkiat untuk bisa meningkatkan layanan sehingga melahirkan peserta didik yang berkualitas,” terangnya.
Supervisor Tim Survei Kebahagian anak Dewi Rachmawati SPSi menuturkan target dari survei ini adalah anak kelas 2, 4 dan 6. Dalam prosesnya anak diberikan daftar pertanyaan yang yang dapat diisi dan dijawab secara mandiri. Dalam kertas pertanyaan tersebut tidak dibolehkan anak menuliskan namanya sehingga data yang masuk bersifat rahasia.
“Pertanyaan yang diberikan tentang diri anak, bagaimaa lingkungan rumah, sekolah dan bagaimana hubungan dengan teman di sekolah dan lainnya. Tujuan survei ini adalah untuk ketersediaan data dan informasi yang komprehensif mengenai kesejahteraan anak sebagai masukan yang bermanfaat bagi pemerintah provinsi,” tutur Dewi.
Selain itu juga survei ini dilakukan untuk membantu upaya advokasi yang lebih luas dalam rangka meningkatkan dan mengambangkan kesadaran diantara orang tua, komunitas, profresional dan masyarakata luas tentang perlunya kesejahteraan dan kebahagiaan anak dalam tumbuh dan kembang mereka.
“Kebahagiaan pad anak ini dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang terdekat, orang tua, lingkungan sekolah, teman di sekolah, dan lainnya. Kondisi sejahtera dan bahagia pada anak membantu dalam menunjang proses belajar untuk anak bisa sukses dalam bidangnya anak harus suka dan senang dulu dan anak yang bahagia akan terlihat dari perilakukanya,” ungkapnya.
Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Kota Tasikmalaya Adih Kusnadi SSi mengatakan survei kepada murid SD menjadi data dasar untuk melakukan berbagai kebijakan pemerintah dalam hal mensejahterakan anak. Survei tidak hanya di sekolah tapi juga lebih luas lagi,sehingga secara tidal langsung hasil survei nanti akan menjadi masukan bagi pemerintah program apa yang tepat untuk meningkatkan perhatikan pada anak di Indonesia. (ais)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.