Keberadaan Anak Punk di Tasik Didiskusikan Lagi

227
0

KOTA TASIK – Keberadaan anak-anak Punk di kawasan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, kembali jadi bahan diskusi.

Sebelumnya, Focus Group Discussion (FGD) membahas ‘Bisakah Anak Punk Berubah?’ yang dihelat Forum Peduli Tasik (FPT), Kamis (9/1), di Asri Resto, Asia Plaza.

Kali ini, guna menyelesaikan masalah generasi muda ini, Jumat (7/2) siang, seluruh stakeholder Tasik, berkumpul di Aula Kodim 0612 Tasikmalaya.

Baca juga : Anak Punk Marak di Kota Tasik, Begini Kata Budi..

Dalam pertemuan itu Dandim 0612 Tasikmalaya, Letkol Inf Imam Wicaksana menjabarkan berbagai rencana dan program yang akan dilakukan pihaknya untuk menanggulangi anak punk ini.

Wali Kota Tasik, Budi Budiman juga turut hadir dalam pertemuan itu.Budi menegaskan, persoalan anak punk saat ini menjadi perhatian pemerintah.

“Salah satunya sekarang yang agak meresahkan salah satunya adalah anak-anak punk. Kita akan serius menuntaskan masalah ini,” ujarnya kepada wartawan.

Terang Budi yang ditemui usai pertemuan itu, anak punk ini tidak jelas tinggalnya alias nomaden.

“Itu jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak lain yang tujuannya memang kurang baik,” terangnya.

“Makanya kegiatan ini dengan inisiator pak Dandim serta seluruh stakeholder terkait termasuk para pegiat sosial kita mendukung. Harapan kita antara Kota dan Kabupaten Tasik yang tidak bisa terpisahkan kita bahas bersama masalah ini secara bertahap mencari solusi terbaik,” sambungnya.

Nantinya, tambah Budi, permasalahan kemasyarakatan lainnya juga akan dibahas pihaknya.

“Seperti persoalan genk motor. Genk motor itu kan sebenarnya ada kelompoknya. Jadi relatif mudah sebenarnya untuk pembinaannya,” tambahnya.

Menurut dia, anak punk ini tak ada kelompoknya. “Lebih liar. Kalau motor kan ada grup-grupnya bisa dari mereknya, komunitas atau lainnya. Sehingga relatif lebih mudah karena jelas ada kelompoknya dan pembinaannya berjalan. Ada juga genk motor yang liar tapi itu bisa kita atasi secara bertahap,” tegasnya.

Walaupun demikian dia mengakui permasalahan sosial di Kota Tasik ini banyak sekali. “Di Dinsos saja ada 26 PMKS (Peyandang Masalah Kesejahteraan Sosial). Semua kita akan selesaikan dan hari ini kita bahas dulu soal anak punk,” akunya.

Nantinya jika persoalan anak punk sukses, program ini akan menjadi pilot projek dan dilakukan secara rutin. Sebab Pemkot akan terus berusaha mencari pola terbaik menuntaskan masalah sosial tersebut.

“Program untuk mengatasi anak punk ini sementara pembinaan. Sehingga mereka bisa kembali lagi dan jangan sampai ada pemikiran pola hidup segala bebas untum berbuat apapun,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.