Keberangkatan 38 Jemaah Umroh dari Kabupaten Tasik Tertunda

224
0
MELAYANI. Pegawai Pelayanan Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Tasik melayani calon jemaah umrah di Kemenag, Kamis (27/2).  DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA 

SINGAPARNA – Penangguhan izin visa tujuan wisata dan umrah oleh pemerintah Arab Saudi karena mewabahnya virus corona, berdampak kepada para calon jemaah umrah di Kabupaten Tasikmalaya.

Tercatat ada 38 jemaah umrah yang sudah berada di Jakarta, bahkan berencana berangkat Kamis (27/2) dari Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Jakarta ke Arab Saudi batal berangkat.

Baca juga : Terlilit Utang, Pria Warga Cineam Diseruduk Kereta di Purbaratu Kota Tasik

Di luar 38 jemaah, masih ada 174 calon jemaah umrah asal Kabupaten Tasikmalaya, yang sudah mendaftar ke travel atau KBIH dan mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Agama (Kemenag), juga terancam batal berangkat jika pemerintah Arab Saudi belum mencabut penangguhan tersebut.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Tasikmalaya H Dedi Anwar Muhtadin menjelaskan, sejak Januari hingga April, tercatat 209 jemaah umrah asal Kabupaten Tasikmalaya terdata di Kemenag Kabupaten. Sebanyak 174 jemaah belum berangkat. Mereka memiliki jadwal keberangkatan akhir Februari, Maret sampai April.

”Kita hormati keputusan pemerintah Arab Saudi. Kita di daerah menunggu kepastian selanjutnya dari pemerintah. Yang sudah berangkat ke Jakarta ada 38 orang jemaah umrah asal Kabupaten Tasik, ya batal berangkat setelah sempat antre di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Kamis (27/2) ini,” kata Dedi, kepada Radar, di ruangannya, Kamis (27/2).

Menurut Dedi, nasib dan kondisi jemaah umrah asal Kabupaten Tasikmalaya, yang sempat tertahan dan antre di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, untuk sementara waktu tinggal di Hotel di Jakarta sambil menunggu kepastian dari pemerintah.

“Kita akan terus cari informasi dan perkembangannya, baik dari pihak bandara, maupun pemerintah pusat, soal kepastian jemaah asal Kabupaten Tasik bisa melaksanakan perjalanan umrah atau tidak, atau dipulangkan kembali ke daerah,” jelas Dedi.

Dedi menambahkan, Kemenag pun akan terus komunikasi dengan Kanwil Kemenag Jabar. Pihaknya menanyakan tentang nasib para calon jemaah umrah asal Kabupaten Tasik. Apakah akan dipulangkan secepatnya dari Jakarta ke Tasik atau bagaimana.

“Jadi untuk sementara waktu jemaah istirahat di hotel, di Jakarta, kita sambil menunggu informasi dan perkembangannya,” tambah dia.

Pengelola Tour and Travel Kanomas Arci Wisata di Kampung Badakpaeh Desa Cipakat Kecamatan Singaparna Yayat Hidayat mengatakan dalam daftar pemberangkatan calon jemaah umrah di Kanomas, ada 80 orang calon jemaah yang berencana berangkat.

Sedangkan 38 jemaah sudah berangkat ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta untuk selanjutnya berangkat ke Arab Saudi.

Namun, dengan munculnya informasi penangguhan pemberangkatan, akibat antisipasi mewabahnya virus corona, mereka batal berangkat sesuai jadwal.

“Rencananya mau berangkat dari Jakarta ke Arab Saudi, Kamis (27/2) malam calon jemaah umrah yang daftar di kami, sudah berangkat ke Jakarta, sebelum terbang ke tanah suci untuk umrah. Kalaui pengelola tour dan travel, hanya bisa menerima saja,” ujar dia.

Calon Jemaah Umrah Asal Kecamatan Pagerageung Desa Sukapada Kabupaten Tasikmalaya Fitria (31), kemarin, mengaku mendatangi kantor Pelayanan Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Tasikmalaya. Dia berniat berangkat umrah pada 15 April 2020.

Soal ada penangguhan visa oleh pemerintah Arab Saudi, dia belum mengetahui dan tetap akan berangkat jika memang nanti pada April penangguhan dicabut pemerintah Arab Saudi.

“Belum tahu ada penangguhan visa, tetap mau berangkat karena niatnya ibadah, sudah ada jalannya dan semoga Allah memberikan jalan. Ya kalau pemerintah bisa berupaya pengajuannya dicabut, pasti berangkat,” tutur dia.

Fitria mengaku sudah hampir satu tahun lebih mengumpulkan uang atau ongkos biaya untuk pergi umrah sebesar Rp 20 juta.
Perwakilan keluarga atau kerabat calon jemaah umrah, Tika Kartika (40) mengaku belum mengetahui soal ada penangguhan izin visa oleh pemerintah Arab Saudi karena virus corona.

Dia pun mengunjungi kantor travel dan umrah di Singaparna untuk mengurusi paspor dan visa kerabatnya umrah.
“Belum tahu larangan saya masih urus paspor. Kalau pun pemerintah tidak mengizinkan atau ada penangguhan visa, kita ikuti aturan, mungkin itu yang lebih baik,” tutur dia.

Salah satu calon jemaah umrah Roni Ahmad Syahroni baru mengetahui kabar penangguhan visa pemberangkatan umrah oleh pemerintah Arab Saudi dari pemberitaan di media.

“Saya coba cari tahu informasi baik di televisi atau media online sekitar pukul 12.30, ternyata benar ada penangguhan akibat dampak pencegahan penyebaran virus corona, oleh pemerintah Arab Saudi, saya juga sempat kaget,” ungkap Roni, yang juga Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Tasikmalaya ini.

Roni mengaku hanya bisa pasrah dan bersabar atas batalnya keberangkatan umrah ke Makkah dan Madinah. Dia rencananya berangkat ke Tanah Suci Jumat (28/2) pagi.

“Rencananya akan berangkat besok pagi saya hanya bisa pas­rah saja, mengikuti aturan pe­me­rin­tah. Kemungkinan besar tidak jadi be­rangkat, ditangguhkan sampai batas waktu yang ditentukan oleh pe­merintah Arab Saudi dicabut kembali penangguhannya,” ungkap dia.

Menurut Roni, calon jemaah umrah yang akan berangkat bersamanya ada 130-an orang. Dia dan calon jemaah lainnya sudah menyimpan koper dan semua perlengkapan untuk melaksanakan ibadah umrah.

Calon jemaah umrah lainnya, Deden Nurul Hidayat mengaku juga sudah mempersiapkan segalanya perlengkapan untuk pergi umrah ke Arab Saudi. Namun, niatannya tersebut sirna setelah mendengar dan melihat berita bahwa pemerintah Arab Saudi menangguhkan izin visa umrah hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

“Saya rencana berangkat tiga orang, bersama orang tua dan istri saya umrah. Semua sudah beres baik administrasinya termasuk koper dan perlengkapan untuk ibadah umrah sudah disimpan di KBIH Al-Amin termasuk fisik mental sudah siap berangkat,” papar dia.

Deden pun rencana akan berangkat dari Tasik ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Jumat (28/2) pagi. Sebagai seorang muslim, ia menerima batal berangkat sebagai takdir Allah, walaupun ikhtiar sudah maksimal dilakukan untuk melaksanakan ibadah umrah.

“Kita menerima saja, harus menerima, ini takdir qada dan qadar dari Allah, terima dengan lapang dada. Pemberitahuan akibat dampak dari mewabahnya virus corona, tidak semata-mata dibuat, ada pemberitahuan dan regulasinya harus dihormati oleh semua pihak,” ujar dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.