Kebijakan Manajemen Pendidikan Tinggi saat Wabah Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan Pengelola?

2018
0

Oleh : Metty Nurherliyany

Berkenaan dengan penyebaran virus Corona (Covid-19), khususnya di Kota Tasikmalaya per hari ini tanggal 28 Maret 2020 semakin meningkat dengan status ODP 251 orang, PDP 11 orang, bahkan ada yang Positif sebanyak 5 orang.

Maka sebagai pengelola Pendidikan tinggi, menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar (Study From Home) dan untuk civitas akademik melakukan Work From Home (WFH).

Dalam Kondisi sekarang ini, proses penyelengaraan Pendidikan tinggi menghimbau para dosen untuk dapat mengatur pembelajaran dari rumah yang dapat dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan yang positif.

Baca juga : Selasa, Pemkot Tasik Berlakukan Karantina Wilayah
Baca juga : Pemprov Jabar Larang Warga Pulang Kampung untuk Antisipasi Penyebaran Corona

Baik dalam pembelajar secara E-Learning yang dapat menggunakan aplikasi ZOOM, Edmoodo, Google Classroom ataupun aplikasi yang lainnya. Sehingga proses pembelajaran tidak terhenti.

Alternatif penugasan terhadap mahasiswa bisa memberikan penugasan yang berkaitan dengan Corona (Covid-19), khususnya memberikan konseling inter personal melalui berbagai media sehingga dapat diterima oleh komunitas.

Dalam Pemberikan Skor terhadap mahasiswa dapat disesuaikan dengan SKS yang diampuh.

Adapun pelaksaan Ujian Tengah Semester (UTS) ataupun Ujian Akhir Semester (UAS) dapat disesuaikan dengan kondisi saat ini baik jadwal maupun metode pelaksaanaannya.

Baca juga : Sekda Jabar: Warga Jangan Mudik, Jangan Piknik!

Melalui upaya-upaya tersebut, diharapkan menjadi Gerakan masal civitas akademika untuk mengatasi keadaan penyebaran Virus Corona (Covid-19) sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran tidak terhenti. (*)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.