Kebocoran Pipa RSUD Faktor Proyek Baru

103
PENGECEKAN. PPK proyek gedung tulip RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya Budi Martanova (kiri) mengecek kondisi pipa yang sempat dipotong dan menyebabkan ruang pasien banjir, Senin (24/6). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

TAWANG – Pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek pembangunan Gedung Tulip RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya Budi Martanova memastikan pelaksanaan proyek senilai sekitar Rp 15 miliar yang dilaksanakan tahun anggaran 2018 itu tidak bermasalah. Adapun, terjadinya luapan air pada Jumat (21/6) bukan lantaran hasil pekerjaan yang tengah memasuki masa pemeliharaan itu, melainkan efek pekerjaan lain.

“Secara keseluruhan hasil pengawasan kami, gedung ini sudah klir. Makanya bisa dioperasionalkan di beberapa lantai untuk perawatan. Saat ini memasuki masa akhir pemeliharaan,” ucapnya kepada wartawan saat melakukan pengecekan, Senin (24/6).

Pihaknya menyayangkan terjadi hal teknis yang mengakibatkan insiden luapan air di gedung. Untuk itu, perlunya koordinasi dengan berbagai pihak apabila melakukan pengaturan terhadap utility di gedung itu. Terlebih, masa pemeliharaan baru berakhir penghujung Juni mendatang. “Kami sempat mengira kejadian lubernya air dan saluran pembuang yang tersendat, timbul dari kegagalan pekerjaan sebelumnya. Ternyata bukan,” tuturnya yang juga Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tasikmalaya.

“Ketika saluran air dialihkan, otomatis ada gangguan. Mengingat saluran pipa tersebut vital untuk menyuplai kebutuhan air gedung lima lantai,” tambah dia.

Sementara itu, pihak pelaksana proyek gedung baru tahun 2019 mengakui melakukan pemotongan terhadap pipa di Gedung Tulip. Tindakan itu, tidak lain lantaran kebutuhan air untuk melakukan soil test dalam persiapan pengeboran sumber air di lokasi rencana pembangunan gedung baru. “Kita urgen butuh sumber air untuk lakukan soil test. Ketika berkomunikasi dengan pihak rumah sakit, kami diarahkan untuk menggunakan saluran air existing (pipa Gedung Tulip, Red),” tutur Divisi MET PT Marabunta Cipta Laksana (MCL) Yuri Nurandika.

Namun, kata dia, pemotongan itu berakibat adanya permasalahan air di Gedung Tulip. Pihaknya pun langsung menghentikan aktivitas dan menutup saluran air kembali. “Kami tidak tahu sama sekali terkait risiko dan konsekuensinya. Sebab, pemotongan pipa diarahkan pegawai rumah sakit,” ujar Yuri.

Di sisi lain, Kuasa Hukum RSUD dr Soekardjo Taufik Rahman mengatakan, pihaknya tengah melakukan pengkajian dan merunut kronologis kejadian sebenarnya. “Kita masih proses pengumpulan informasi supaya tidak salah menilai. Sementara waktu ini, kami belum bisa berkomentar banyak terkait detail kronologis insiden di Gedung Tulip seperti apa,” tutur Taufik. (igi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.