Dewan: Sudah Saatnya Miliki Perda Parkir

Kebocoran Retribusi Dapat Tertutupi

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

BANJAR – Anggota Komisi II DPRD Kota Banjar Jojo Juarno menilai pembuatan Perda Perparkiran di Kota Banjar penting. Pasalnya, hasil sidak pihaknya beberapa waktu lalu membuktikan banyaknya kebocoran retribusi parkir.

“Kita (Kota Banjar, Red) memang sudah waktunya memiliki Perda Perparkiran sebagai dasar dan payung hukum. Kemudian untuk menaikan PAD (pendapatan asli daerah) serta memperbaiki manajemen parkir yang telah berjalan selama ini,” katanya.

Dia mengakui perda tersebut sebelumnya memang sudah ada pengajuan dari eksekutif. Namun saat itu ada kekurangan.
Sementara itu, kata dia, sebelum Perda Perparkiran diparipurnakan, anggota legislatif akan melakukan studi banding terhadap kota atau kabupaten yang sudah berhasil menerapkan Perda Perparkiran itu.

“Nanti akan ada tim yang menentukan ke kota atau kabupaten mana untuk tujuan studi banding perda tersebut. Sebab sebelum disahkan perlu diadakan studi banding terlebih dahulu,” katanya.

Ketua Fraksi Partai Gerindra ini berharap dengan adanya perda itu target PAD bisa meningkat dan tercapai.

Hal senada dikatakan Sekda Kota Banjar Ade Setiana. Ade menganggap Pemkot Banjar perlu segera memiliki Perda Perparkiran.

“Setiap transaksi kan harus ada dasarnya, sehingga dalam perda nanti kan ada penetapan lokasi parkir dan nanti akan tertib lagi terkait perparkiran di Kota Banjar,” katanya.

Di samping lebih tertib, jelasnya, dibuatnya perda ini dalam rangka meningkatkan PAD dengan menggali potensi kantong-kantong parkir yang belum dimaksimalkan.

“Dalam sistem pembagiannya tentu tidak boleh ada yang dirugikan. Meskipun nanti pembagiannya akan dievaluasi, tapi kan akan dilihat jika potensi-potensi parkir itu damaksimalkan dan pendapatannya meningkat maka hasilnya tidak akan merugikan bagi semua pihak,” ungkapnya.

Ade juga berharap setelah perda itu terbit maka PAD meningkat.

“Ya target harusnya bisa naik mungkin yang sekarang Rp 700 juta, setelah perda itu ada bisa jadi Rp 1 miliar,” pungkasnya. (cep)

loading...