Kebut Pengungkapan Kasus Korupsi

31
ilustrasi

BANJAR – Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Banjar sejauh ini sudah menangani dua kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara. Dua kasus tersebut pertama dugaan korupsi di Desa Balokang yang merugikan uang negara sekitar Rp 300 juta. Sampai saat ini, Inspektorat Kota Banjar masih melaksanakan investigasi dan audit untuk menentukan kerugian negara. Sementara satu kasus lagi yang ditangani yakni dugaan kasus korupsi program rumah tidak payak huni (rutilahu) di Kelurahan Mekarsari Kota Banjar senilai Rp 64 juta.

”Sejauh ini baru dua kasus yang kami tangani. Untuk kasus Desa Balokang sendiri memang ini terkesan lambat karena prosesnya kami masih menunggu hasil audit untuk menentukan kerugian negara dari Inspektorat tak juga disampaikan ke kami,” ujar Kapolres Banjar AKBP Matrius SIK MH Minggu (2/12).

Dikonfirmasi terkait proses pengungkapan dugaan korupsi di Kota Banjar, Kasat Reskrim Polres Banjar selaku ketua Tim Tipikor Polres Banjar AKP Yanto Slamet SIP MH mengatakan untuk kasus rutilahu di Desa Mekarsari sudah masuk tahap satu. Sementara untuk kasus dugaan korupsi Dana Desa Balokang masih jalan di tempat.

Pihaknya mengaku akan segera menyurati Inspektorat untuk secepatnya menyampaikan laporan hasil investigasi dan audit menghitung ada atau tidaknya kerugian negara.

”Sejauh ini untuk kasus Desa Balokang kita belum bisa menetapkan yang diduga tersangka menjadi tersangka karena hasil investigasi Inspektorat belum juga digelar ke kami (Tipikor, Red). Kita akan secepatnya menyurati karena memang kasus ini sudah berbulan-bulan belum selesai,” katanya.

Ia menyampaikan untuk dugaan kasus korupsi yang lain masih terus dalam penyelidikan dan menunggu laporan dari masyarakat. “Sejauh ini baru dua, yang lain dugaan ada tapi masih kita selidiki. Kita berharap masyarakat segera melaporkan ke kami jika menemukan adanya dugaan kasus korupsi yang merugikan negara,” ungkap Kasat.

Sementara itu Inspektur Kota Banjar Ojat Sudrajat tak menanggapi saat dikonfirmasi hasil investigasi dan audit kasus Desa Balokang. Namun sebelumnya ia mengatakan dalam pemeriksaan kepada terduga korupsi ada kendala. “Yang diduga tersangka saat kami periksa banyak beralibi sehingga kami membutuhkan proses waktu yang lumayan lama,” kata dia. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.