Kebutuhan untuk Masyarakat Pelosok

9

CIPATUJAH – Akses jalan memang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Terlebih di daerah-daerah pelosok. Seperti di Kecamatan Cipatujah yang masih ada akses jalan belum sama sekali dibangun. Ini menyulitkan masyarakat dalam menjalankan roda perekonomiannya.

Kondisi seperti ini mengharuskan masyarakat memutar otak. Bagaimana caranya bisa menjalankan aktivitas ekonomi dengan kondisi jalan yang belum dibangun dan tidak bisa dilalui kendaraan normal. Ojek palang menjadi solusi bagi masyarakat untuk melalui jalan kondisi apa pun. Mereka bisa diandalkan dalam mengangkut barang dengan jumlah banyak.

Kayu, pisang dan hasil tani lainnya menjadi rutinitas yang diangkut para pengemudi ojek palang. “Ojek palang mampu mengangkut kayu satu kubik atau pisang satu kuintal,” ujar Kepala Desa Padawaras Kecamatan Cipatujah Yayan Siswandi saat dihubungi Radar, Minggu (16/9).

Lanjut dia, kayu yang ada di hutan dan tidak memungkinkan dipikul sehingga menggunakan ojek palang. Karena kehandalan sepeda motor yang sudah dimodifikasi semaksimal mungkin ini mampu melewati medan apa pun dengan muatan semaksimal mungkin. Mengingat ban yang dikombinasikan dengan rantai, sehingga jalan selicin dan sesulit bagaimana pun mudah dilewati. “Ojek palang sangat istimewa sekali. Kondisi jalan seburuk apa pun bisa dilewati asalkan pengemudinya saja mampu menyeimbangkan beban,” ungkapnya.

Selain kayu, kata dia, ojek palang menjadi primadona angkutan bagi para petani yang berada di pelosok. Pasalnya mereka mampu mengangkut muatan dalam jumlah banyak. Sehingga membuat ongkosnya lebih efisien dan waktu semakin cepat. “Kalau misalnya motor biasa hanya mampu mengangkut dua tandun pisang, kalau ojek palang bisa mencapai dua kuintal,” katanya.

Tak jarang, lanjut dia, ojek palang ini mengangkut warga. Tapi itu hanya selingan saja ketika dalam kondisi darurat. Biasanya yang membawa warga itu adalah keluarga atau saudaranya sendiri. “Tapi kalau untuk daerah seperti Pameutingan dan Nagrog banyak yang digunakan untuk angkutan orang. Karena memang kondisi jalannya belum tuntas dengan medan yang cukup berat. Sehingga banyak warga memanfaatkan ojek ini,” bebernya.

Bicara soal tarif, Yayan menjelaskan bayarannya relatif dan tergantung jauh serta muatan yang diangkut. Tapi rata-rata untuk satu kubik kayu ongkosnya bisa Rp 100 ribu.
Menurutnya, keberadaan ojek palang di wilayah Kecamatan Cipatujah sudah menjadi kebutuhan yang diandalkan untuk menunjang perekonomian masyarakat. Itu akan terus berlangsung selama pemerintah belum melakukan perbaikan dan membangun jalan yang representatif ke daerah-daerah pelosok.

Soal jumlah, tambah Yayan, memang tidak bisa dihitung secara rinci. Mengingat keberadaannya tersebar di beberapa desa yang memiliki daerah pelosok dan kesulitan akses. “Tapi kalau diperkirakan jumlahnya bisa mencapai 100 lebih,” bebernya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.