Kecamatan Tawang, Cihideung, Cipedes Kota Tasik Akan Terapkan PSBB

6537
20

TASIK – Kecamatan Tawang, Cihideung, Cipedes Kota Tasik akan terapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Pemkot Tasik menyepakati rencana PSBB bersama Pemprov Jawa Barat secara serentak.

Meski pada pelaksanaannya, menyesuaikan dengan kesiapan dan kondisi daerah masing-masing.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman menjelaskan, hasil video conference bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, disepakati PSBB segera diberlakukan.

Pemkot Tasik sendiri berstrategi melakukan PSBB di level kecamatan. Memprioritaskan eks kota administratif (eks kotif) dalam penerapan pembatasan tersebut.

“Sebetulnya kita lebih awal, sejak 31 Maret lalu sudah lakukan pembatasan wilayah yang disebut Pak Gubernur pembatasan parsial. Dan sekarang sudah berakhir, strategi kami sekarang pembatasan lebih ke tingkat kecamatan,” ujar wali kota saat ditemui di bale kota, Rabu (29/4).

Budi yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, menjelaskan eks kotif diprioritaskan lantaran memiliki jumlah penduduk lebih padat dari kecamatan lain.

Loading...

Apalagi, dua kecamatan eks kotif, yakni Tawang dan Cihideung, mendominasi angka kasus Positif Covid-19 se-Kota Resik.

“Kita ketahui dari 29 kasus positif, 70 persennya di Cihideung dan Tawang. Cipedes juga kita prioritaskan lantaran wilayahnya padat penduduk,” tuturnya.

Menurutnya secara prinsip PSBB sendiri sudah diterapkan Kota Tasikmalaya secara tidak langsung. Salah satunya dengan pembatasan aktivitas sekolah, pekerja kantor, keagamaan dan juga moda transportasi.

“Kan beberapa sudah dilaksanakan, seperti mengantor sudah dilakukan sebagian. Moda transportasi sekarang kan sudah, taksi dan angkot juga diatur tempat duduknya,” kata dia.

Selain itu, kata Budi, penutupan tempat hiburan, pembatasan kegiatan sosial budaya, fasilitas umum dan lain sebagainya sudah diterapkan di Kota Tasikmalaya.

“Termasuk pembatasan jam operasional. Nanti kita akan pertimbangkan beberapa pertokoan, kantor, apakah jam operasi dipercepat atau seperti apa.

“Jadi kalau bicara PSBB, sebetulnya 70 persen di kita sudah dilaksanakan. Tinggal optimalisasi, pengetatan dalam pengawasannya,” lanjut dia.

Dia mengingatkan saat PSBB mulai diberlakukan pemerintah bisa menggunakan kewenangan.

Ia meminta masyarakat memahami upaya tersebut semata demi keselamatan bersama, menekan risiko penyebaran Covid-19 yang memang saat ini mulai mengalami stagnansi.

“Pendekatan PSBB itu tidak hanya wilayah eks kotif. Nanti ada pendekatan ke sektor industry, seperti di Kawalu yang mobilitas warganya sangat tinggi mengunjungi Jakarta dan Cirebon, akan kita pertimbangkan,” katanya memaparkan.

Mengingat, seluruh kasus Positif Covid-19 yang ada di Kota Tasikmalaya, merupakan wabah bawaan dari zona-zona rentan penularan infeksi.

“Buktinya kan jelas, 29 kasus itu bawaan semua. Di kita belum terjadi transmisi lokal,” keluhnya.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf menambahkan, dengan penerapan PSBB tentunya pemerintah lebih tegas tidak sebatas menyampaikan anjuran dan imbauan.

“Nanti ada sanksi, kita harap masyarakat menyadari sedari awal ini upaya memutus rantai penyebaran corona,” harap Yusuf.

(firgiawan)

Loading...
loading...

20 KOMENTAR

  1. Psbb kalau untuk 3 kecamatan kayanya kurang efektif dan harus dilakukan adalah ketegasan dari pemerintah untuk menindak tegas orang orang yg mengacuhkan anjuran pemerintah kalau tidak ada tindakan nyata ya percuma, orang tasik terlalu cuek,silahkan liat di jalanan ,tidak pakai masker,anak anak dibiarkan main, aparat pada kemana lagi harusnya ada penindakan

  2. Ari angka nu positip nambihan mah atuh berarti masih aya jalmi nu postif nu masih keneh ujag ajig di luar RS meren pak nya?
    Naha tiasa kitu???
    Teras nu ngajagi di perbatasan kmh eta pak???ning biasa wae…masih keneh bebas masuk ka tasik???
    Ulah dijagaan we sakantenan

  3. Ass….. Psbb boleh tmpat kerja jgn smpe d brehntiin… Gmnamau ngasih makn klg…. Kita org bwah…. Krjacma sbgai supir… Trz dseh bhrnti mau makn apa klg ….. Ygd atsa pada enak diem jg…. Niyg dbawah… Klauharus brhnti kerja gmna…..

  4. Kapan pak penerapan PSBB nya . Lebih cepat lebih baik jangn di tunda tinda
    Juga perhatikan warga menengah ke bawah seperti saya yg sdh tdk pnyaa pekerjaan apa2 dikarenakan PHK corona untuk biaya selama PSBB

  5. PSBB…..saya pikir memang baik dilakukan untuk menekan angka penyebaran virus covid 19,tetapi yang perlu diperhatikan juga dampak Dari PSBB itu bagi masyarakat kecil bakal semakin sulit Dan susah, Dan saya harap harus dibarengi dengan bantuan atau kompensasi baik Dari daerah ataupun pusat…

  6. PSBB?bade masyarakat kecil,menengah atanapi masyarakat papan atas oge tos tangtos ka gencet sadaya
    ..mugia wabah engal ngaleungit ti alam dunya..ngiring aturan pamarentah wae,nampi bantosan syukur,teu nampi ath panginten bakal aya milik sareng rejekina anu sanes ti pamarentah…

  7. Psbb boleh saja pa wali to tolong untuk kita yang penghasilannya sehari2 gmn?apalagi bantuan yg di gembor2 kan gak ada kejelasan hanya sabar dan sabar yg blm kebagian ujar pemerintah…… Kami yg terdampak Corona harus ikuti anjuran pemerintah yg hrs diam di rumah terus anak istri kami harus di kasih makan apa? Sedangkan bantuan hanya menurut data dr dinsos,kami sudah di data oleh RT tp hampir 2bln bantuan blm datang,kami juga sangat menyesal kan KPD RT,RW,kelurahan dan kecamatan yg td peka kepada warga yg memang sangat membutuhkan bantuan tersebut, tolong di refisi LG data yang baru untuk penerimaan bansos lewat aparat pemerintah yg paling bawah yaitu RT agar tidak ada lagi warga yang menunggu2 bansos kapan diterimanya… Saya pedagang warung nasi kaki lima sampai hari ini blm mendapatkan bantuan dan juga tdk ada keringanan dari pihak PLN untuk tunggakan listrik,saya sangat kecewa kepada pemerintah

  8. Kita berdo’a semoga wabah covid-19 ini cepat berlalu, kita semua hrs sadar diri dan mengikuti aturan pemerintah demi memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini. Kita jgn menyepelekan virus ini sangat cepat menyebar nya. Dan semoga pemerintah bisa lebih cepat mengatur pemberian bantuan untuk masyarakat rendah, biar mereka bisa melaksanakan aturan pemerintah @dirumahaja . Biar masyarakat rendah tidk merasa kebingungan dgn biaya hidup nya sehari”🙏

  9. Halaaah! Percuma kalo ga tegas! Liat masih banyak yg keliaran! Ngomong aja udah terlaksana sebagian bullshit! Kalo pemerintahan ga tegas makin lama ini wabah! Makin banyak juga yg kelaperan gara” keabisan duit beli makanan tapi ga kerja!

  10. PSBB:Pamajikan Samutut Bekel Beak. Percuma PSBB, aktifitas warga masih kelihatan normal seperti biasa terutama menjelang buka puasa.Himbauan hrs lebih tegas lagi.Para pedagang menjelang buka puasa dan para pembelinya msh byk yg tdk memakai masker.Coba Bapak2 berwenang tengok ke sekitar Jl. Letjen. Mashudi, sampai Jl.Gub.Swaka setiap habis shubuh msh byk (terutama anak2/remaja) yg berkerumun di sepanjang jalan.Miris, orang tua mereka peduli apa tdk, ya? Sy tahu krn tiap pagi sy lewat dg terpaksa krn pekerjaan sy sebagai peloper koran. PSBB akan ada hasil kalau warga dan pemerintah ada sinergy.
    #bye-bye covid-19
    #ramadhan barokah

  11. PSBB Peuting Sangsara Beurang Balangsak..
    Katanya jalan raya kota tasik mau d semprot, mana sampe skrg blm jg d semprot, udah ktinggalan sm kota2 lain,, masih bnyk ngomong jg..

  12. sedih abdi mah . teu gaduh damelan jabi putra alit keneh . kamari hampir bade cerai sareng istri gara2 ekonomi .. jabi deui teu aya bantuan , di uken ktp kk mah atos ,, mung teu acan aya bae bantuan teh .. kahoyong mah di bantosan pa .. sedih gusti , sing enggal beres ieu wabah teh ..

  13. barudak jam 2 peuting masih keneh ngaraliwet bari ngadulag.
    isuk-isuk jeung sore, ibu ibu na pada ngarumpi di warung.
    nu kitu tah kudu di bubarkeun.
    percuma aya PSBB ge, teu tegas pisan.
    nanaon nan ngan 3 kecamatan hungkul. meni teu niat pisan.
    kabeh atuh sakota tasik, ulah ngan 3 kecamatan hungkul.
    hanjakal kamari teu mudik. di kampung urg mah meni eweuh jalma nu kaluar ti imah saeunggeus aya nu kieu teh.
    didieu mah jalma ngarumpul ge di anteup. teu di bubarkeun teu di nanaon.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.