Kecanduan Game Picu Kerusakan Otak

15

JAKARTA – Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Lampung Dra Renyep Proborini MEd mengatakan, bermain game bisa berdampak kecanduan jika dilakukan dalam porsi yang berlebihan, karena akan membawa kerusakan terhadap fungsi-fungsi saraf dan motorik.

Fungsi motorik yang bermasalah, seperti tangan menjadi kaku dan masalah pada gerakan.

Dampak lainnya, seperti mengalami kerusakan pada otak yang sifatnya permanen dilihat dari perilaku anak-anak yang kesulitan membedakan mana yang sekadar mainan dan mana yang bersifat nyata.

“Nanti dia mengira kehidupan yang benar ini dianggap seperti mainan dalam situasi yang bermain,” kata dia.

Dia mengutarakan ketika menganggap dunia nyata adalah sebagai mainan, maka pelaku game sendiri bisa saja melakukan tindakan melanggar hukum, seperti menembak. Mereka bisa melihat orang di sekelilingnya seperti musuh yang patut disingkirkan.

Selain itu, pelaku game akan terpapar dengan kekerasan, sedangkan empatinya akan berkurang. Pada akhirnya mereka lebih mudah melakukan tindakan-tindakan agresif kepada orang di sekelilingnya.

“Prinsipnya pada orang tua semestinya sejak awal mereka perlu melakukan kontrol terhadap penggunaan gawai (gadget) dan mereka secara konsisten melakukan itu pada semua anggota keluarga tanpa kecuali. Jadi orang tuanya tidak hanya menyuruh anak untuk membatasi, tapi mereka juga harus memberikan contoh untuk membatasi,” kata dia.

Saat anak-anak bermain game, perlunya ada pendampingan sehingga mereka bisa mengetahui mana yang tidak boleh dilakukan.(ant/fin)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.