Kecelakaan Bukan karena Penyakit, Pegawai Pemkot Banjar Dilarikan ke Purwokerto

86
istimewa HILANG KENDALI. Mobil dinas jenis Grand Livina putih berplat merah Z 103 X milik Pemerintah Kota Banjar mengalami kecelakaan di Jalan Raya Cingambul tepatnya di Blok Cinangka Desa Cingambul Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka Selasa (12/2).

BANJAR – Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih menegaskan dugaan sementara penyebab kecelakaan lima pegawai dinasnya di Majalengka bukan akibat sopir memiliki penyakit.

“Itu mungkin karena fak­tor tun­duh (mengantuk, Red) ya bukan sakit, tapi untuk lebih jelasnya harus diperiksa dulu ya kalau dugaannya penyakit ayan. Intinya saya mendoakan lah semoga cepat sembuh kepada korban yang sekarang masih dirawat dan mudah-mudahan bisa menjengkuk ke sana,” ujar kepada Radar, Rabu (13/2).

Sementara itu, Kasubag Humas RSUD Kota Banjar, Adang Permana mengatakan satu orang korban kecelakaan dirujuk ke Rumah Sakit Ortopedi Purwokerto Kabupaten Banyumas.

Sedangkan empat orang lainnya hanya mengalami luka ringan.
“Dua orang yang dibawa ke RSUD yakni Bu Eros dan Bu Indah. Bu Eros bekerja di Inspektorat sudah diperbolehkan pulang, sedangkan Bu Indah Ratnasari, Kasubag Ekonomi Pembangunan (Ekbang) karena mengalami patah tulang di bagian selangkang atau clavicula maka dirujuk ke Purwokerto sekitar pukul 02.00 kemarin,” ujarnya.

Terkait tes medis terhadap seluruh sopir di lingkup Pemerintah Kota Banjar, Adang menjelaskan bisa dilakukan jika ada permintaan dari pemerintah kota.

“Bisa tapi harus ada permintaan misal dari Wali Kota atau melalui BKPPD,” katanya.

Sementara itu, pengamat hukum Kota Banjar Kukun Abdul Syakur menyarankan Pemerintah Kota Banjar mengevaluasi tenaga sopir yang bertugas di seluruh instansi. Menyusul tragedi dua kasus kecelakaan lalu lintas dalam satu bulan terakhir ini, yang melibatkan kendaraan dinas.

“Sebulan sudah dua kecelakaan dan dua korban meninggal dunia, sisanya luka berat dan luka ringan. Ini harus menjadi pembelajaran bagi pemerintah kota untuk meninjau ulang driver,” pengacara yang tergabung dalam Peradi Kota Banjar ini, Rabu (13/2).

Menurut Kukun, sopir butuh kemampuan, skill dan kesehatan yang bagus saat bekerja. Pegawai yang berprofesi sebagai sopir harus menjalani uji kesehatan yang rutin dan bebas dari penyakit.  “Intinya layak tidaknya sopir, itu harus diuji,” tuturnya.

Sebelumnya diketahui, kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Cingambul menuju Ciamis tepatnya di Blok Cinangka Desa Cingambul Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka.

Kecelakaan tersebut menimpa Mobil Grand Livina putih, berplat merah Z 103 X  milik Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa (12/2) sekitar pukul 15.30.

Lima penumpang termasuk sopir luka-luka, semuanya dilarikan ke Puskesmas Gumuruh Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka setelah mobil yang ditumpanginya terperosok ke jurang sedalam 5 meter lebih di jalur Majalengka – Cingambul – Ciamis. (cep)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.