Kecewa, Warga Balokang Kota Banjar Punya Kartu BPNT Tapi tak Dapat Bantuan

362
0
BANTUAN. Rukiah, warga Desa Balokang menunjukkan kartu duplikat penerima bantuan BPNT di kediamannya Kamis (12/3). Cecep herdi / radar tasikmalaya
BANTUAN. Rukiah, warga Desa Balokang menunjukkan kartu duplikat penerima bantuan BPNT di kediamannya Kamis (12/3). Cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Rukiah (57), salah seorang penerima program bantuan pangan non tunai (BPNT) non PKH asal Kampung Parung Desa Balokang mengaku mengaku kecewa. Hal itu lantaran sejak Januari 2018 hingga Maret tahun ini, wanita paruh baya itu hanya mencicipi dua kali paket bahan makanan.

Sejak kartu keluarga sejahtera yang dipakai untuk mengambil bantuan hilang pada Maret 2018, Rukiah harus “gigit jari” setiap bulannya. Sebab, setiap kali menggesek kartu di elektronik warung gotong-royong (e-warong), saldonya selalu nol rupiah.

“Awalnya kartunya hilang. Sudah diganti pakai kartu duplikat setelah membuat laporan kehilangan. Tapi kartu duplikat itu tidak bisa dicairkan setiap tanggal 27, saldonya selalu kosong (nol rupiah),” keluh Rukiah di kediamannya Kamis (12/3).

Baca juga : Banjar Water Park Dibenahi Lagi

Sesuai program Kementerian Sosial, ia seharusnya menerima bantuan Rp 110 ribu setiap bulannya. Saldo tersebut kemudian ditukarkan dengan beberapa bahan makanan pokok seperti beras, telur dan lain-lain di e-warong.

“Batur mah ngalantri, ari abi gaduh kartu teu tiasa di angge. Padahal saurna eta teh hak abdi. Abdi mah asa dibobodo we,” akunya.

Ia tak tak habis pikir kenapa kartu duplikat yang ia terima tak pernah ada saldonya. Ia mengaku sudah mengadukan hal itu ke pihak perbankan, selaku pihak yang bekerja sama dengan pemerintah untuk program BPNT. Ia juga mengadukan hal yang sama ke Dinas Sosial sebagai leading sector program BPNT di Kota Banjar.

Loading...

“Tapi hasilna mengecewakan. Saldo baru muncul tanggal 6 Maret, itu juga hanya Rp 500 ribu. Ari hak abdi anu ti April 2018 kamana?” tanyanya heran.

Baca juga : Alpukat Pangeran Akan Dikembangkan di Langensari Kota Banjar

Saat dihubungi, pihak perbankan tidak merespon. Sementara salah satu pegawai Dinas Sosial Kota Banjar yang menangani BPNT, Yuda mengatakan tengah menyelesaikan persoalan itu. Sebab pengaduan yang sama tidak hanya menimpa Rukiah.

“Kami sudah menangani dan semoga ada solusi karena kami (Dinas) bekerja sama dengan perbankan untuk penyaluran bantuan itu,” kata dia.

Ketua LSM GMBI Kota Banjar Neza Hadi menilai pengelolaan program BPNT tidak profesional. Data yang ia terima, kasus serupa hampir menimpa seratus penerima BPNT.

“Kami akan bantu warga penerima BPNT ini untuk mendapatkan haknya. Ini jelas keteledoran. Harusnya mereka yang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan bantuan diupayakan mendapatkan haknya kembali,” ujar Neza. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.