Kedelai Mahal, Pedagang & Warga Miskin di Kabupaten Tasik Menjerit

47
0
BERJUALAN. Pedagang tempe dan tahu di Pasar Singaparna menjajakan dagangannya di tengah harga kedelai terus mengalami kenaikan, Senin (4/1). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

SINGAPARNA – Naiknya harga kedelai berimbas kepada mahalnya harga jual tahu tempe di Pasar Singaparna. Pasalnya, kedelai merupakan bahan baku utama dalam pembuatan makanan bergizi yang merakyat itu.

Para pedagang tahu tempe di Pasar Singaparna dan sekitarnya mengeluhkan kondisi mahalnya kedelai. Apalagi, bahan baku tersebut saat ini susah didapat. Akibat dari sulitnya dan naiknya bahan baku membuat tahu tempe harganya mengalami kenaikan 50 persen.

Juha (56), salah satu pedagang tahu tempe di Pasar Singaparna menuturkan harga jual tempe dan tahu pascakacang kedelai naik per kilogramnya Rp 9.500 berdampak signifikan terhadap harga tahu dan tempe yang dijual.

“Naiknya hingga 50 persen, biasanya saya jual tempe ukuran kecil Rp 3.000 sekarang dijual Rp 4.000 per potongnya. Untuk tahu biasanya per bungkus Rp 5.000 naik menjadi Rp 7.000,” terang Juha kepada Radar, kemarin.

Baca juga : Soal Dugaan Pelanggaran Administrasi Petahana di Pilkada Tasik, Ini Kata KPU

Loading...

Selain harga naik, kata dia, sekarang para pembuat tahu dan tempe pun mulai kesulitan produksi. Sehingga di pasaran mulai jarang yang menjual tahu tempe, karena bahan bakunya mahal dan susah didapat.

“Selain penjual, pembuat tahu dan tempe pun menjerit karena tidak ada bahan baku, jadi stok untuk dijual kurang,” katanya.

Pedagang lainnya, Ateng (38) mengungkapkan dampak naiknya harga tahu dan tempe berimbas kepada tingkat daya beli konsumen.

Padahal, tahu dan tempe merupakan makanan bergizi yang murah dan merakyat, sehingga setiap harinya laku keras karena harganya terjangkau.

“Biasanya per hari bisa menjual puluhan bungkus tahu dan puluhan potong tempe kecil serta besar. Sekarang walaupun naiknya hanya Rp 1.000-Rp 2.000, tetap berpengaruh kepada daya jual

Sementara itu, mahalnya harga tahu berdampak terhadap pedagang olahan makanan seperti kupat tahu.

“Harga tahu dan tempe naik, tetapi harga jual kupat tahu satu porsi masih sama tidak naik, Rp 8.000. Ya kalau terus naik harga tahu, pedagang kecil akan terancam rugi,” ujar Lina, penjual kupat tahu di Pasar Singaparna. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.