Kedodoran Padamkan Kebakaran Pabrik Plastik, Pemkot Tasik Minta Bantuan Damkar Garut, Ciamis dan Banjar

574
Petugas Damkar tampak berupaya memadamkan api. istimewa

TASIK – Koboaran dahsyat api yang melalap gudang plastik milik perusahaan plastik dollar di Jalan ABR Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Rabu (16/1) petang, berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00.

Si Jago merah itu takluk setelah dikeroyok petugas pemadam kebakaran gabungan dari 5 wilayah dibantu BPBD dan Polres Tasikmalaya Kota.

Kepulan asap tebal disertai nyala api sudah terlihat dari jarak 1 km. Hawa panas pun sangat terasa, meski posisi cukup jauh dari titik api. Tapi warga tetap berdesakan ingin menyaksikan proses pemadaman api.

Dengan gotong royong, petugas damkar terus menyemprotkan air ke titik-titik api, supaya kobaran tidak semakin meluas. Mobil water supply bolak-balik mengangkut air untuk melancarkan upaya pemadaman.

Baca Juga : Gudang Plastik Dollar Terbakar, Ini Foto-fotonya

Petugas kepolisian turut andil dalam pengamanan lokasi dan mensterilkan lokasi dari  warga yang tidak berkepentingan. Mobil water canon pun diturunkan membantu upaya pemadaman.

Tak lama kemudian, tambahan armada damkar datang dari Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 2 unit, Ciamis 1 unit, Banjar 1 unit dan Garut 1 unit.

Warga sekitar gudang plastik mengalami kepanikan dan mengevakuasi barang-barang dari rumah ke tempat aman. Mereka khawatir api semakin luas dan membakar rumahnya.

Seperti halnya, Leni Yuliani (35) yang mengaku mengetahui gudang plastik terbakar langsung mengangkut barang-barang dari rumahnya ke tempat aman. Rasa cemas meliputinya, khawatir api terus menjalar ke tempat tinggalnya. “Bukan takut lagi, tadi saya langsung bawa barang-barang,” ungkapnya.

Ketua RT 02 Kampung Cikurubuk Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi Tedi Oni menyebutkan api diketahui sekitar pukul 17.30. Saat itu, kondisi kebakaran sudah cukup besar. Dia langsung melaporkan ke petugas damkar. “Lagi nonton TV, ada suara ke bakar ternyata di gudang plastik,” ungkapnya.

Sedikitnya, ada sekitar 9 rumah warga yang berada di sekitar pabrik. Sedikit banyak bangunannya terkena dampak dari panasnya api, meskipun tidak terbakar secara langsung.

Pemilik gudang plastik, Lungna Jaya turun langsung ke lokasi, dia mendatangkan mobil penyuplai air serta beberapa tabung pemadam. Pria yang akrab disapa Koh Awun itu meminta petugas supaya memprioritaskan rumah-rumah warga dengan mencegah penyebaran api.

Istri Koh Awun, Mimi Liong berterima kasih kepada Wakil Wali Kota Tasikmalaya H Muhamad Yusuf, Sekda Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf beserta jajarannya, Kadis Pol PP dan Damkar Budy Rahman, Kepala Pelaksana BPBD Ucu Anwar. Dan semua petugas damkar dari Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Garut juga Banjar serta masyarakat yang ikut membantu proses pemadaman.

Kabagops Polres Tasikmalaya Kota Kompol Gandi Jukardi mengatakan tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Namun kerugian materi diperkirakan cukup besar. Selain seisi gudang yang ludes, satu unit mobil pun ikut terbakar.

Untuk penyebabnya dia belum bisa menjelaskannya sebelum ada hasil penyelidikan. “Untuk penyebabnya masih diselidiki,” tuturnya.

Kabid Damkar Mulyono mengaku proses pemadaman terkendala banyaknya warga yang berkerumun dan menghalangi akses jalan. Ditambah kondisi keterbatasan armada yang kondisinya buruk pun jadi hambatan. “Karena armada kita minimal harus direkondisi,” katanya.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya H M Yusuf mengatakan proteksi kebakaran di gudang tersebut sudah tersedia. Hanya ketika kejadian posisi gudang tidak ada yang menjaga.

“Sebaiknya harus ada petugas keamanan, ini pegawai semuanya pulang,” terangnya.

Yusuf menyadari kondisi sarana damkar saat ini belum memadai, seperti halnya armada yang masih menggunakan mobil zaman dulu. “Ini (damkar, Red) keluaran tahun 2003,” terangnya.

Untuk itu, kata dia, Pemkot akan mengupayakan pengadaan armada baru untuk memaksimalkan kinerja kebakaran. “Nanti saya bahas kembali dengan Pak Wali, karena harus menyesuaikan dengan keuang­an pemerintah,” tandasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.