Beranda Kota Tasik Kedung Darma Ceritakan Masa Lalu dalam Puisi

Kedung Darma Ceritakan Masa Lalu dalam Puisi

85
BERBAGI

TASIK – Sebagai salah satu upaya melestarikan sastra di Kota Tasikmalaya, komunitas sastra Beranda 57 kembali menggelar acara bedah buku puisi. Kali ini, buku kumpulan puisi berjudul “Masa Lalu Terjatuh ke Dalam Senyumanmu” karya Kedung Darma Romansha terpilih sebagai buku yang didiskusikan bersama puluhan kawula muda di Café Route 66 Jalan KH Z Mustofa Kecamatan Cihideung, Rabu (28/3) sore.

Buku puisi tersebut merupakan buku kumpulan puisi kedua dari Kedung yang pernah terbit di Malaysia. Sementara buku versi Indonesia hadir sejak Februari lalu. Buku puisi tersebut mendapatkan apresiasi yang cukup tinggi dari para pecinta puisi. Bahkan di bulan Maret ini sudah memasuki cetakan kedua.

Diwawancarai di sela acara, sang penulis yang sekaligus berprofesi sebagai aktor ini menyampaikan bahwa buku kumpulan puisi ini merupakan paket lengkap dari banyak aspek kehidupan manusia. Dari percintaan, isu sosial, politik, ekonomi, hingga budaya semua tertuang dalam balutan sastra yang apik dan romantis dalam buku puisi tersebut.

“Buku Masa Lalu Terjatuh ke Dalam Senyumanmu sebenarnya proses perjalanan kepenyairan saya dari 2004 sampai 2017. Intinya membahas mengenai masa lalu, karena tidak satu pun orang yang tidak memiliki masa lalu,” ungkapnya kepada Radartasikmalaya.com.

Penggagas Beranda 57 Bode Riswandi mengatakan, kegiatan bedah buku puisi tersebut merupakan salah satu upaya komunitas untuk mengenalkan puisi tidak hanya kepada para pecinta puisi namun masyarakat secara umum.

“Puisi itu lahir dari kehidupan masyarakat, jadi sebagai penyair wajib untuk mengembalikan kepada masyarakat salah satunya melalui diskusi ini. Agar puisi tidak hanya familiar di kalangan pecinta sastra saja,” ujarnya.

Ia menambahkan sejauh ini geliat dunia sastra khususnya puisi cukup baik di Kota Tasikmalaya. Namun, konsistensi para pecinta seni ini terus diuji oleh waktu sehingga diperlukan kegiatan-kegiatan untuk membangkitkan gairah menulis puisi.

“Melalui kegiatan seperti ini semoga bisa lahir penyair-penyair puisi yang berbakat dari Tasikmalaya,” harap Bode. (sal)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.