Kegigihan Seniman Tasik Dipuji, Lomba Baca Puisi Antarmaster se-Indonesia

54
0
KONFERENSI PERS. Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) Bode Riswandi saat memaparkan tentang Lomba Baca Puisi Antarmaster di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, Dadaha Rabu (11/12). UJANG NANDAR / RADAR TASIKMALAYA

CIHIDEUNG – Kegigihan dan keberanian seniman, yang tergabung dalam Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya, mendapatkan pujian dari peserta lomba puisi antarmaster.

Toto Satio Raharjo, master membaca puisi asal Pontianak, Kalimantan Barat mengapresiasi panitia yang mampu menyelenggarakan Lomba Baca Puisi (LBP) Antarmaster se-Indonesia.

“Karena dengan kegigihan dan keberaniannya, utama gagasan dan ide-ide membuat satu event yang baru dan bagus seperti saat ini. Termasuk motivasinya cukup bagus, karena menyatukan teman yang sudah lama tidak bertemu,” kata Toto sebelum lomba di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, Dadaha Rabu (11/12).

Soal keikutsertaannya di ajang Lomba Baca Puisi (LBP) Antarmaster se-Indonesia, Toto mengatakan untuk mengukur kemampuannya kembali membaca puisi. “Kebetulan pesertanya master semua,” kata dia.

Toto pernah menjadi juara di tingkat nasional untuk lomba puisi beberapa tahun lalu. Namun demikian, baginya juara adalah nomor kedua. Karena yang pertama dan disyukurinya yaitu bertemu dengan seniman-seniman lainnya.

“Termasuk motivasinya cukup bagus, karena menyatukan teman yang sudah lama tidak bertemu,” kata dia.

Kedatangannya ke Kota Tasikmalaya untuk mengikuti Lomba Baca Puisi Antarmaster se-Indonesia penuh perjuangan. Dia harus berhari-hari di perjalanan dari Pontianak ke Kota Tasikmalaya. Termasuk mempersiapkan penampilannya. Namun dia tetap senang.

“Karena untuk berpartisipasi dengan teman-teman di Kota Tasikmalaya ini, kami juga bisa bertemu dengan teman-teman lama yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Termasuk yang sudah puluhan tahun tidak bertemu bertemu di sini,” ujar dia.

Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya Bode Riswandi mengatakan, lomba baca puisi tersebut merupakan sebuah inovasi dari DKKT.

“Ada kekhususan dalam lomba baca puisi ini. Salah satu syaratnya yakni setiap peserta pernah menjuarai lomba baca puisi tingkat apa pun, baik juara I, II, atau III,” katanya di Sekretariat Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya Senin (11/12).

Untuk administrasi pendaftaran, kata dia, peserta hanya menyerahkan bukti juara berupa sertifikat atau piagam atau surat penyerahan pernah menjuarai lomba baca puisi sebelumnya. “Untuk juara lombanya bebas, baik juara tingkat kecamatan RT dan lainnya. Yang lebih penting tanda buktinya bahwa pernah menjadi juara,” jelas Bode.

Lomba Antarmaster Se-Indonesia ini, kata dia, kali pertama yang diadakan di Indonesia, bahkan dunia dan mengharuskan pesertanya pernah menjuarai lomba baca puisi.

“Lomba ini direncanakan menjadi agenda 2 tahunan DKKT, terlepas berbeda kepengurusan DKKT selanjutnya,” ungkap dia.

Lomba Baca Puisi Antarmaster se-Indonesia sebagai wadah edukasi dan apresiasi bagi masyarakat, khususnya warga Tasikmalaya. Begitupun bagi orang yang pernah ikut kejuaraan lomba baca puisi, namun belum pernah meraih juara. “Karena nantinya akan banyak suguhan gaya membaca puisi dengan kekhasan dan karakteristik daerah masing-masing, sebab pesertanya dari pelbagai daerah di Indonesia,” jelas dia.

Bode meyakini bila lomba tersebut dilaksanakan secara rutin, maka akan menjadi semacam trademark lomba baca puisi antarmaster. Namun tetap lomba baca puisi ini merupakan miliknya Tasikmalaya. “Kalau misalnya di kota lain ada lagi lomba baca puisi antarmaster pasca Tasikmalaya, pasti orang akan membacanya, ‘oh ini pernah dilakukan di Tasikmalaya’,” katanya.

Adapun jurinya, kata Bode, berasal dari luar Jawa Barat supaya objektivitasnya terjaga, walaupun juri dari Tasikmalaya pun objektif. “Namun karena event-nya nasional, maka kita memilih juri dari luar (Jawa Barat). Salah satunya yang pernah menjuarai lomba baca puisi tingkat dunia, yaitu Jose Rizal Manua serta Putufajar Racana dan Hamdy Salad,” kata dia.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Tasikmalaya Dadang RS mengapresiasi Lomba Baca Puisi Antarmaster se-Indonesia sangat bagus, apalagi jangkauannya se-Indonesia. “Mudah-mudahan ini menjadi kemajuan dan pembangunan kebudayaan di Kota Tasikmalaya,” ujar dia.

Tambah dia, yang lebih penting saat ini yakni membangkitkan generasi muda agar melek pada kebudayaan. “Ini (Lomba Baca Puisi Antarmaster se-Indonesia, Red) salah satu bukti bahwa generasi mudah sudah melek kebudayaan,” kata dia.

Endang berharap event tersebut menjadi agenda tahunan DKKT untuk membangun indeks pembangunan kebudayaan di Kota Tasikmalaya. “Mudah-mudahan ini bisa berjalan lancar dan berkelanjutan,” harap dia. (ujg)

loading...
Halaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.