Keindahan Alam Tersembunyi di Pangandaran

643
0
BERSIH. Aliran Sungai Cijulang di objek wisata Green Canyon bersih dari sampah.
BERSIH. Aliran Sungai Cijulang di objek wisata Green Canyon bersih dari sampah.

PANGANDARAN – Cukang Taneuh atau lebih dikenal dengan nama Green Canyon, merupakan salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Pangandaran. Wisata susur sungai ini sangat populer karena keindahan tebingnya yang membelah Sungai Cijulang.

Nama Green Canyon mirip dengan tempat wisata terkenal Grand Canyon di Amerika. Hal ini tidak terlepas dari peran seorang pemandu wisata senior Agus Suryanata (alm).

Pria yang akrab disapa Agus Brewok ini merupakan orang pertama yang memperkenalkan Green Canyon kepada turis asing sekitar tahun 1970-an. Nama Green Canyon pun semakin populer dan kini menjadi destinasi andalan di Pangandaran selain pantai.

Green Canyon bahkan berhasil mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pariwisata. Dalam ajang bergengsi Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA)tahun 2019,Green Canyon berhasil meraih penghargaan Green Bronze, kategori Tata Kelola Destinasi. Prestasi membanggakan bagi Kabupaten Pangandaran dalam bidang pariwisata.

Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata Green Canyon Baban Macin mengatakan ada dua pilihan untuk menikmati objek wisata Green Canyon. Yaitu melalui susur sungai menggunakan perahu atau menyusuri sungai dengan berenang atau populer disebut body rafting.

TENANG. Wisatawan saat berada di objek wisata Green Canyon Kabupaten Pangandaran. Suasana di Green Canyon tenang. foto-foto : NANA SURYANA / RADAR TASIKMALAYA
TENANG. Wisatawan saat berada di objek wisata Green Canyon Kabupaten Pangandaran. Suasana di Green Canyon tenang. foto-foto : NANA SURYANA / RADAR TASIKMALAYA

ā€œJika menggunakan perahu, pengunjung bisa membeli tiket di dermaga pemberangkatan. Satu tiket perahu maksimal bisa diisi 5 orang,ā€ ujarnya.

Pengunjung akan dibawa berpetualang menyusuri Sungai Cijulang sepanjang lebih dari 3 kilometer. Durasinya 30 menit menuju titik utama pemberhentian di Goa Green Canyon.

Sepanjang perjalanan menyusuri sungai, pemandangan indah tersaji memanjakan mata. Rimbunan pepohonan serta indahnya stalaktit yang menggantung di tebing-tebing sisi sungai membuat suasana sangat sejuk.

Di beberapa lokasi juga terdapat air terjun kecil, sehingga pengunjung seolah-olah dibawa menuju pedalaman hutan yang jauh dari keramaian. Kawasan Sungai Cijulang masih terjaga kelestariannya, sehingga hewan-hewan liar khas di sana masih banyak ditemukan seperti kadal dan Biyawak.

Saat memasuki mulut gua, tetesan air mirip seperti hujan ringan membuat suasana sangat sejuk dan lebih dingin. Pengunjung dapat turun dari perahu dan menikmati bentangan dinding tebing menjulang tinggi di sisi sungai. Pemandangan alam yang menakjubkan. Di lokasi tersebut, pengunjung bisa berenang dan menyusuri aliran sungai.

Selain menggunakan perahu, susur sungai juga bisa dilakukan dengan cara body rafting. Dilakukan secara berkelompok dan wajib didampingi pemandu setempat. Medannya cukup panjang dan penuh tantangan sehingga harus dalam pengawasan pemandu. Bagi yang tidak bisa berenang, tidak perlu khawatir, karena peserta body rafting dibekali peralatan keselamatan. Diantaranya jaket pelampung, helm, pelindung tangan dan kaki.

DIPAKAI ANGKUT WISATAWAN. Perahu-perahu ini dipakai untuk mengangkut wisatawan yang menyelusuri Sungai Cijulang.
DIPAKAI ANGKUT WISATAWAN. Perahu-perahu ini dipakai
untuk
mengangkut wisatawan yang menyelusuri Sungai
Cijulang.

Petualangan dimulai dari titik pemberangkatan yang berada di hulu sungai. Peserta body rafting akan dibawa menggunakan kendaraan bak terbuka menuju titik pemberangkatan.

Kemudian dilanjutkan dengan berenang menyusuri sungai selama lebih kurang 1,5 hingga 2 jam perjalanan.

Green Canyon juga memiliki acara tradisi budaya yang dilaksanakan setiap tahun oleh para pelaku wisatanya. Mereka menyebutnya Syukuran Waluya (Walungan Nu Mawa Kaya/ Sungai yang membawa kekayaan).

Acara tersebut dipusatkan di dermaga pemberangkatan perahu.
Para pelaku wisata dan masyarakat di sana berkumpul untuk melaksanakan doa bersama. Biasanya, puluhan nasi tumpeng juga turut disajikan.

Prosesi doa bersama biasanya dilakukan diatas perahu, dipimpin para tokoh agama dan budaya setempat. Sementara, masyarakat mengikuti doa bersama di sepanjang tepian sungai. Sebelum doa dipanjatkan, sejum lah pelaku wisata akan menyerahkan kendi berisi air dari sejumlah sumber kepada para kasepuhan. Setelah didoakan, air tersebut akan ditaburkan ke sungai dengan harapan mendapatkan keberkahan dan keselamatan.

Sebagai bentuk rasa syukur, para pelaku wisata di hari itu akan mengajak masyarakat menyusuri sungai Grenn Canyon tanpa dipungut biaya. Ada 80 perahu yang beroperasi setiap harinya di dermaga pemberangkatan Green Canyon. (nay)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.