Kejagung Garap Dispertan Kabupaten Tasik, 85 Telompok Tani Ditanyai Penyidik

2757
DIJAGA KETAT. Aula kantor Dispertan Kabupetan Tasikmalaya tempat dikumpulkannya 85 kelompok kelompok tani oleh penyidik Kejagung dijaga ketat Anggota Polres Tasikmalaya, kemarin. foto; diki setiawan/ radar tasikmalaya

TASIK – Tak henti-hentinya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus didera persoalan korupsi yang dilakukan para oknum pejabatnya.

Sebelumnya, kasus jalan Ciawi-Singaparna (Cising) di Dinas PUPR, lalu kasus korupsi dana hibah yang melibatkan Komandan ASN/PNS alias Sekda.

Nah, kali ini Kantor Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Tasikmalaya mendapat kunjungan dari Tim Penyidik Pemeriksaan Khsusus (Saksus) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kejaksaan Agung (Kajagung) RI.

Di Aula kantor Dispertan Kabupetan Tasikmalaya sekitar 85 kelompok tani tampak sedang mengisi pertanyaan-pertanyaan dari Penyidik Kejagung, Kamis (29/11/18). foto; diki setiawan/ radar tasikmalaya

Urusannya, terkait konfirmasi bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa traktor, mesin pompa air dan mesin tandur, tahun 2015.

Baca Juga : Sekda Kodir Resmi Huni Lapas Kebonwaru

Dalam kegiatan tersebut, tim Penyidik Kejagung mengumpulkan sekitar 85 kelompok tani se-Kabupaten Tasikmalaya untuk mengkonfirmasi soal penerimaan dan penggunaan Alsintan dari bantuan kementerian pertanian melalui Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya tahun 2015, di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya.

Kasi Penyidikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Yanuar Rheza membenarkan adanya tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) yang mendatangi Kantor Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga : Korupsi Jalan Cising Tasikmalaya, Kejati Periksa Pemborong, Konsultan dan 7 Pejabat Dinas

“Soal kedatangan Kejagung ke kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tasik saya kurang tahu mas. Itu yang berwenang Kejagung. Kejati sifatnya koordinasi dan memfasilitasi saja,” ungkap Yanuar kepada Radar, saat dikonfirmasi melalui via telpon, Kamis (29/11).

Salah satu anggota Kelompok Tani Silih Asih I di Desa Cidadali Kecamatan Cikalong, Maman kepada Radar, mengaku mendapatkan undangan bersama kelompok taninya dari Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Tasikmalaya, untuk menyampaikan soal penerimaan dan penggunaan bantuan alat-alat pertanian traktor, mesin tandur dan mesin pompa air tahun 2015 dari Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Dispertan Kabupaten Tasik.

Baca Juga : Akhir Bulan, Tersangka Cising Ditetapkan

“Ya kami diundang ke Dinas Pertanian, katanya ada dari Kejagung. Saya tak tahu soal bantuan alat pertanian. Tahu-tahu ada bantuan saja. Dan digunakan oleh kelompok tani untuk pertanian,” tuturnya.

Anggota Kelompok Tani lainnya asal Desa Ciawang Kecamatan Leuwisari, Dadan menjelaskan pada saat dikumpulkan oleh petugas dari Kejagung, pihaknya mengisi pernyataan soal penerimaan dan penggunaan alat bantuan pertanian jenis pompa air, tahun 2015.

“Kami dikasih pertanyaan, kemudian mengisi jawaban di kertas soal bantuan pompa air nya ada, sudah digunakan. Masih ada barangnya,” paparnya.

Dijaga ketat kepolisian

Saat diwawancara oleh waartawan, Penyidik Saksus Tipikor Kejagung RI, Farid mengatakan tidak bisa berbicara soal kedatangannya mengumpulkan kurang lebih 85 kelompok tani di Aula Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Tasikmalaya.

“No comment. Tidak ada kewenangan menjawab, sesuai dengan perintah pimpinan,” singkatnya. (dik)

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.