Kejaksaan Kaji BLT di Cisayong Tasik yang Jadi Sembako

1393
2

SINGAPARNA – Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya akan mencoba mengkaji soal teknis penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) pusat di Desa Cisayong.

Karena dalam realisasinya ada perubahan dari uang tunai menjadi sembako dan dilakukan pemerataan pembagian.

Baca juga : Naikan Kualitas Pendidikan, Wali Kota Tasik Rotasi 28 Kepsek SD-SMP

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya Donni Roy Hardi SH menjelaskan, tidak bisa menanggapi terlalu jauh soal teknis penyaluran bantuan langsung tunai (Blt) pusat di Desa Cisayong yang diubah dari uang tunai menjadi sembako.

“Sebagai APH, kejaksaan akan mencoba mengkaji terlebih dahulu dan mempelajari aturan soal teknis penyaluran bantuan Covid-19 tersebut dari pemerintah pusat.

Jadi belum bisa mengambil kesimpulan apapun (soal penyaluran BLT di Desa Cisayong, Red),” ujarnya kepada Radar, Jumat (5/6).

Kata dia, berdasarkan informasi dari media bahwa teknis penyaluran bantuan langsung tunai di Desa Cisayong diambil kebijakan oleh pemerintah desa setempat untuk diganti dengan bantuan sembako agar pembagiannya bisa merata.

“Ya intinya, kita kaji dulu, belum begitu terlalu jauh menanggapinya. Soalnya ada aturannya, apalagi di desa juga kan para kepala desa mengacunya kepada Permendes,” ujar dia.

Terpisah, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Abdul Rofik SH mengatakan, pihaknya menilai aparat penegak hukum (APH) harus turun melakukan investigasi persoalan penyaluran bantuan di Desa Cisayong.

“Karena ini menyangkut uang negara yang harus sampai pada KPM sesuai aturan,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Baca juga : Pemohon SKCK di Polres Tasik Kota Membludak

“Menurut informasi yang kita terima bahwa di dalam kasus tersebut terindikasi adanya unsur tindak pidana korupsi, sekali pun dimusyawarahkan dan diberitaacarakan di tingkat desa.

Karena dalam perspektif hukum hal itu bukan dasar hukum, karena BLT pemerintah dalam hal ini Kemensos sudah mengaturnya dan Pemerintah Desa Cisayong bagian dari pemerintah,” ujarnya, menambahkan. (dik/yfi)

2 KOMENTAR

  1. Penerima bansos BLT atau apalah namanya diberi kartu ATM BNI dan pin nya yg harus dirahasiakan. Tapi disaat bantuan cair kartu ATM diambil RT untuk diberikan ke Orang Kelurahan dan diminta juga no.PIN nya itu di Kelurahan saya. Selang 2 hari baru diberitahu untuk mengambil sembako dan kartu ATM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.