Terkait Dugaan Kasus Korupsi BOP dan Pokir

Kejaksaan Negeri Kembali Periksa Anggota Dewan

33
0
ilustrasi

TAROGONG KIDUL –Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut terus melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi dana pokok-pokok Pikiran (pokir) dan biaya operasional (BOP) di DPRD Garut. Kali ini, penyidik kejaksaan memanggil anggota DPRD Garut untuk dimintai keterangan.

“Iya benar tadi (kemarin, Red) siang penyidik sudah memeriksa satu anggota dewan lagi. Kalau namanya saya kurang tahu, coba tanya ke kasi Intel saja,” ujar Kepala Kejari Garut Azwar SH, MH melalui sambungan telepon Rabu (8/8).

Menurut dia, pemanggilan anggota dewan dilakukan untuk menggali informasi terkait dugaan korupsi itu. “Kami gali informasi dari para anggota dewan ini untuk melengkapi berkas penyidikan dalam kasus dugaan korupsi,” ujarnya. Kata dia, sudah ada dua anggota DPRD Garut yang diperiksa terkait permasalahan ini.

Kasi Intel Kejari Garut Dodi Witjaksono belum memberikan keterangan rinci terkait pemeriksaan yang dilakukannya. “Memang ada yang diperiksa, tetapi belum bisa dibuka ke publik,” katanya. “Kalau orangnya ada dua orang anggota dewan yang sudah diperiksa,” tambahnya.

Dodi menerangkan dalam penanganan kasus dugaan korupsi, setiap hari kerja selalu ada yang dimintai keterangan. “Orangnya terdiri dari berbagai kalangan, mulai pejabat di lingkup Pemkab Garut, pejabat dan staf Setwan hingga anggota dewan,” katanya.

Terpisah, Ketua Aliansi Masyarakat dan Pemuda Garut (AMPG) Ivan Rivanora akan terus mengawal penanganan dugaan kasus korupsi pokir dan BOP. “Kami minta kejaksaan jangan pandang bulu,” katanya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.