Kejaksaan Pantau Proyek Peningkatan Jalan Langen

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

BANJAR – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar Farhan menegaskan akan memantau penyelenggaraan proyek Peningkatan Jalan Langensari tahap III secara keseluruhan. Terutama pada peningakatan jalan di wilayah Bojongkantong.

“Untuk saat ini kami belum memanggil pihak penyedia jasa maupun dinas berwenang karena proyek masih berjalan. Kami akan terus memantaunya,” kata Farhan saat dihubungi via telepon Rabu (15/8).

Menurutnya, indikasi temuan yang muncul sejauh ini masih bisa diantisipasi dengan cara memperbaiki pekerjaan yang tidak berkualitas menjadi yang sesuai spesifikasi seperti dalam klausul kontrak pekerjaan.

Pihak penyedia jasa masih bisa memperbaiki pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi sebelum masa kontrak dan masa pemeliharaan selesai.

“Kalau memanggil kita pastikan belum karena SOP APH tentu tidak asal panggil karena saat ini proyeknya masih proses pengerjaan. Intinya kami akan memantau dan memberikan warning bagi penyedia jasa dan dinas agar berhati-hati,” katanya.

Ia menegaskan jika setelah diberikan warning tapi pihak terkait masih tidak mengindahkan dan mengerjakan proyek asal-asalan, maka akan ditindaklanjuti dengan proses pendampingan hingga ke penyelidikan.

“Kalau sudah dikasih warning itu kan sudah bicara tentang kepatuhan. Jika tidak ditanggapi tentunya akan kami ditindaklanjuti yang sifatnya pendampingan atau penyelidikan. Kita lihat nanti, kita masih memantau saja,” jelasnya.

Di samping itu, Farhan mengapresiasi upaya Komisi III DPRD Kota Banjar yang melaksanakan salah tugas pokok dan fungsinya mengawasi pekerjaan yang bersunber dari APBD Kota Banjar tahun 2018 dengan pagu anggaran Rp 9,5 miliar tersebut.

“Mereka (dewan) ada kesigapan untuk mengawasi pekerjaan sesuai tupoksinya sebagai wakil rakyat. Karena sidak itu penting sehingga ketika ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai atau ada permasalahan tentang keselamatan orang banyak maka penyedia jasa bisa memperbaikinya, dinas pun demikian bisa mengingatkan,” ungkapnya.

ANCAM MEM-BLACKLIST

Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih mengancam akan memberikan sanksi bagi pihak ketiga jika terbukti lalai.

Dirinya bahkan mengancam akan mem-blacklist jika pihak penyedia jasa nakal saat menjalankan kontrak kerja sama dengan pemerintah dalam membangun Kota Banjar.

Meski demikian dirinya yakin jika penyedia jasa selama ini bekerja sudah sesuai aturan.

“Kalau memang ada yang nakal ya pasti saya beri sanksi. Sanksinya tidak akan dikasih kerjaan lagi, di-blacklist,” tegas wali kota.

Sebelumnya Komisi III DPRD Kota Banjar yang dipimpin Hunes Hermawan melaksanakan sidak ke lokasi Peningkatan Jalan Langensari tahap III di Kecamatan Langensari.

Wakil rakyat itu kecewa dengan hasil pembangunan. Terutama tembok penahan tanah (TPT) yang dinilai tidak sesuai spesifikasi. (cep)

loading...