Kejaksaan Periksa Penggunaan Anggaran Apeksi Kota Banjar

2599
0
Cecep herdi / radar tasikmalaya
PENJELASAN. Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar Gunadi saat diwawancara belum lama ini. Dia mengimbau perbaikan kerusakan segera dilakukan. Cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjar mulai mendalami soal kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Kota Banjar di Semarang Jawa Tengah. Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar Gunadi tengah mengonfirmasi soal pertanggungjawaban anggaran yang digunakan untuk kegiatan tersebut oleh Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kota Banjar.

“Kami konfirmasi soal pertanggungjawaban penggunaan anggarannya, bukan dari pungutannya,” kata Gunadi melalui pesan WhatsApp, Jumat (31/7).

Sebelumnya, pada 2 hingga 5 Juli 2019, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Banjar diundang menghadiri Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakernas Apeksi) di Kota Semarang Jawa Tengah. Bagi OPD yang akan menghadiri kegiatan tersebut harus mengeluarkan Rp 4,5 juta.

Baca juga : Polres Kota Banjar Kolaborasi dengan PMBP, Ini Tujuannya..

Biaya tersebut untuk akomodasi dan operasional selama perjalanan dan berada di lokasi kegiatan. Biaya itu di antaranya untuk kebutuhan perjalanan, hotel serta makan selama tiga hari pelaksanaan.

Kejaksaan Negeri Banjar mencium adanya penyimpangan dalam perjalanan dinas tersebut. Terutama pada penggunaan anggaran panitia penyelenggara yakni bagian Tapem.

“Saat ini sedang dicocokkan pertanggungjawabannya, sesuai atau tidak. Kalau masalah pungutan tidak ada masalah karena para OPD tidak ditanggung panitia. Jadi hotel dan makan makan dikordinir Tapem,” katanya.

Baca juga : Program Rutilahu di Kota Banjar tak Terganggu Pandemi Covid-19

Kabag Tapem Irwan Adhiawan sebelumnya pernah menjelaskan bahwa dirinya hanya sebagai koordinator dan pengumpul anggaran yang diserahkan kepala OPD untuk keperluan kegiatan Apeksi di Semarang tahun 2019.

“Saya hanya menerima titipan dari OPD untuk kegiatan Apeksi di Semarang, titipan ini untuk keperluan operasional seperti sewa kendaraan, makan dan hotel,” katanya.

Ia juga menjelaskan anggaran Apeksi memang tidak ada, sehingga terpaksa harus sistem iuran dari masing-masing kepala OPD yang ikut ke Semarang.

“Seperti touring kendaraan, karena tidak ada anggaran khusus jadi iuran untuk kebutuhan makan penginapan dan lain-lain,” katanya. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.