Kejar Target ODF 2022, Kelurahan di Kota Tasik Bangun Septic Tank Komunal

100
0
“Alokasi anggaran untuk sanitasi aman dari surat edaran Wali Kota Tasikmalaya dapat digunakan dari pagu indikatif kewilayahan (PIK, Red) yang diterima oleh kelurahan. Besarannya lima persen yang didapatkan PIK-nya.” Aried Mohammad Kepala Bidang Perekonomian dan Infrastruktur Kewilayahan Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda)

CIHIDEUNG – Merealisasikan program Kota Tasikmalaya Open Defecation Free (ODF) 2022 dan Sanitasi Aman 2024, beberapa kelurahan di Kota Tasikmalaya membangun septic tank komunal besar. Anggarannya dialokasikan dari dana kelurahan dan dana percepatan infrastruktur kelurahan (PIK).

Lurah Argasari Kecamatan Cihideung Tatang Sudjana SSos mengatakan untuk menciptakan kelurahan seratus persen ODF, pihaknya terus melaksanakan upaya-upaya sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat mengenai Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Baca juga : Siap Kejar Target ODF Kota Tasik

Dia berharap langkah tersebut merealisasikan ODF dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada 2020. Terlebih, Kelurahan Argasari mendapatkan PIK Rp 600 juta dan dana kelurahan Rp 371 juta, termasuk untuk pemberdayaan masyarakat.

Untuk itu, kelurahan segera membangun 10 septic tank komunal di setiap satu rukun warga (RW) dari alokasi dana kelurahan 2020 dan PIK.

“Maka untuk menunjang program ODF 2020 menuju sanitasi aman dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp 220 jutaan,” kata dia kepada Radar, Selasa (4/2).

Tak hanya membangun septic tank, pihak kelurahan juga melakukan berbagai kegiatan untuk merealisasikan ODF. Mulai dari koordinasi, sosialisasi dan pemicuan tingkat RT.

“ Dana dari pemerintah ini sebagai penunjang program ODF agar bisa terlaksana. Kalau tidak ditunjang oleh pemerintah, gimana mau menfasiltasi masyarakat agar mampu ada kesadaran untuk STBM,” ujar dia.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Talagasari Kecamatan Kawalu H Maman Suparman menjelaskan saat ini kelurahannya mendapatkan dana kelurahan dan PIK sekitar Rp 1,2 miliar. Dari dana tersebut, pihaknya mengalokasikan untuk membangun 13 septic tank komunal.

“Kita sudah menganggarkan pebuatan 13 septic tank komunal pada 2020 untuk ke 7 RW yang ada di kelurahan kami. Dengan pembuatannya Rp 12 juta per septic tank dan membuat satu MCK (mandi, cuci, kakus, Red),” ujarnya.

Pihaknya juga mengaku terus menyosialisasikan ODF setiap di perkumpulan ataupun setiap pengajian dan ketika ada yang membangun rumah. “(Mereka) harus mendahulukan membuat septic tank,” katanya.

Kepala Bidang Perekonomian dan Infrastruktur Kewilayahan Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Aried Mohammad menyatakan pemerintah berkomitmen untuk menjadikan Kota Tasikmalaya ODF.

Baca juga : Di Bawah Ancaman Maut, Siswa SDN 3 Cigorowong Cisayong Tasik Asik Belajar

Untuk itu, pemerintah sudah mengeluarkan surat edaran Wali Kota Tasikmalaya agar ketersediaan anggaran dana kelurahan dan PIK untuk kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Agar regulasi tersebut dapat berjalan efektif, tentu perlu dikawal dan ditindaklanjuti di level kecamatan dan kelurahan un­tuk menggerakan masya­rakat berperan aktif.

“Alokasi anggaran untuk sanitasi aman dari surat edaran Wali Kota Tasikmalaya dapat digunakan dari pagu indikatif kewilayahan (PIK, Red) yang diterima oleh kelurahan. Besarannya lima persen yang didapatkan PIK-nya,” kata dia. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.