Kejari Banjar Tangani Tiga Perkara Korupsi

68
EKSPOSE. Kajari Kota Banjar Gunadi SH, MH membacakan beberapa perkara yang saat ini ditangani Kejaksaan Negeri Kota Banjar Senin (22/7). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
EKSPOSE. Kajari Kota Banjar Gunadi SH, MH membacakan beberapa perkara yang saat ini ditangani Kejaksaan Negeri Kota Banjar Senin (22/7). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Kejaksaan Negeri Kota Banjar mendalami tiga perkara atau kasus dugaan korupsi di Kota Banjar. Diantaranya dugaan penyelewengan anggaran pada program rumah tidak layak huni (rutilahu), pengadaan buku dan Kotaku.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar Gunadi SH, MH mengatakan untuk kasus rutilahu, ada dugaan penyelewengan anggaran di tiga wilayah. Pihaknya menaksir ada kerugian negara sekitar Rp 300 juta.

“Kita hanya memperkirakan seperti itu, tapi tetap harus dilakukan oleh auditor, sehingga nanti akan ada gambaran yang jelas terkait kerugian negara,” ujarnya saat ekspose di Aula Kejaksaan Negeri Kota Banjar Senin (22/7).

Dalam kasus tersebut sejauh ini belum ada tersangka. Pihaknya baru meminta keterangan saksi-saksi. Termasuk penerima bantuan rutilahu. “Karena jumlahnya yang cukup banyak, sehingga membutuhkan waktu yang agak lama,” katanya.

Kasus lain yang ditanganinya yakni dugaan korupsi pada pengadaan buku di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Banjar tahun 2016. “Kami masih melakukan penyelidikan hingga saat ini,” katanya.

Kasus selanjutnya terkait program Kotaku tahun 2018 di Desa Sinartanjung. Pihaknya menduga ada pemotongan anggaran dalam proses pembangunannya.

“Berdasarkan pengembangan kita terdapat ada mark up dalam program Kotaku. Dan ini juga masih dalam penyelidikan. Untuk tersangka masih dalam proses. Kerugian negara ditaksir sekitar Rp 100 jutaan,” ujarnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.